Wali Kota Medan Pastikan Harga Bawang Stabil Kembali

barometersumut/Medan-Ada kabar gembira bagi warga Kota Medan, terutama para kaum ibu yang selama ini mengeluhkan tingginya  harga bawang merah maupun barang putih di pasaran. Harga kedua bumbu masak itu sempat melejit sehingga menembus kisaran Rp.50.000 perkilogram  untuk bawang merah dan Rp.40.000 perkilogram untuk bawang putih.  Terhitung mulai hari ini harganya  dipastikan stabil kembali menyentuh Rp.15.000 sampai Rp.20.000 perkilogram.  Sebab, 500 ton bawang merah dan bawah putih asal Cina akan didistribusikan ke seluruh pasar di ibukota provinsi Sumatera Utara ini.

Kepastian ini diperoleh setelah Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis MMK bersama Kapolresta Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto, Kajari Belawan Ranu Subroto SH serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan meninjau gudang milik PT Sumber Alam Rejeki (SAR) selaku pemasok bawang untuk kebutuhan industry di Jalan M Basyir Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Rabu (20/3).

“Peninjauan ini dilakukan untuk melihat persedian bawang, sebab saya tidak mau bawang dibilang langka di Kota Medan. Hasil peninjauan yang kita lakukan ternyata bawang tidak langka. Asing selaku importir legal yang diakui pemerintah telah bersedia mengisi kebutuhan masyarakat akan bawang di pasar-pasar,” kata Wali Kota.

Dari diskusi singkat yang dilakukan Wali Kota dengan Asing disaksikan Kapolresta Pelabuhan Belawan dan Kajari Belawan, pria berdarah Tionghoa itu telah menjamin  harga bawang di Medan akan stabil kembali. Pendistribusian bawang akan dilakukan hari itu juga sehingga dalam waktu satu sampai dua hari ini, harga bawang kembali normal  di  kisaran Rp.15.000 sampai Rp.20.000 perkilogram. “Saya tadi telah berbicara dengan Asing agar semua kebutuhan bawang bagi warga Kota Medan dipenuhi. Saya minta mulai hari ini sampai besok, pendistribusian bawang harus tuntas.

Menurut Wali Kota, kelangkaaan bawang di Kota Medan terjadi akibat berkurangnya impor masuk. Selama ini bawang impor yang masuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan produsen atau industry. Namun berkat kejasama yang telah dilakukan tadi, maka Asing telah bersedia memenuhi kebutuhan bawang di Kota Medan.

Setelah itu, lanjut Wali Kota, pihaknya akan melakukan operasi pasar untuk mengecek apakah harga bawang merah maupun bawang putih telah stabil di pasaran. “Jika dalam pengecekan yang dilakukan harga bawang tetap mahal dan memberatkan masyarakat, maka saya akan menjumpai Asing kembali!”tegasnya.

Disinggung mengenai bawang sitaan sebanyak 9 ton yang masih tertahan di gudang penyimpanan barang sitaan milik Bea dan Cukai Wilayah 1 Sumatera Utara di kawasan Belawan  yang semula hendak dibeli dan akan didistribusikan untuk mengatasi kelangkaan bawang, Wali Kota membatalkannya. Sebab, kondisi bawang saat ini sudah mulai membusuk sehingga tidak layak konsumsi bagi masyarakat.

Padahal Wali Kota selama dua hari telah berupaya untuk mengeluarkan 9 ton bawang guna memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk kemarin siang. Meski  orang nomor satu di Pemko Medan ini telah berupaya semaksimal mungkin namun prosesnya cukup rumit. Ditambah lagi kondisi bawang mulai membusuk sehingga Wali Kota urung  untuk membeli bawang tersebut.

Sementara itu Asing selaku penanggung jawab PT ASR untuk mendistribusikan bawang ke seluruh daerah mengaku, pihaknya saat ini memiliki 25 kontainer berisi bawang putih dan bawang merah dari Cina. Setiap kontainer berisi 20 ton bawang sehinggal keseluruhan total bawang yang dimiliki mencapai 500 ton.

Asing mengungkapkan, keseluruhan bawang itu hasil impor dari Cina. Sebab,  ketersediaan bawang di tanah air saat ini sangat langka. Sumatera Barat yang selama ini menjadi sentra bawang putting stoknya sangat sedikit dan terbatas. Sebaliknya Brebes, Jawa tengah sebagai pemasok bawang merah di Indonesia mengalami gagal panen sehingga harganya sangat tinggi.  “Sebagai solusinya, kita mengimpor bawang dari Cina,” jelas Asing.

Ditegaskan Asing, persedian bawang merah maupun bawang putih dari Cina tidak akan habis. Jika pemerintah mengizinkan impor bawang ditambah lagi, Asing menjamin Kota Medan tidak akan kekurangan bawang. Harganya pun tetap terjangkau yang berkisar antara Rp.15.000 sampai Rp.20.000 perkilogram.

Dalam kesempatan itu Asing menjelaskan, bawang di Indonesia sulit berkembang. Sebab, tanaman itu baru dapat hidup dengan baik jika ditamam 1.000 meter dari permukaan laut  dan memiliki 4 musim. Sedangkan Indonesia  hanya memiliki 2 musim, kondisi itulah yang menyebabkan tanaman bawang sulit berkembang.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: