Tahun Ini Terminal Amplas Direvitalisasi

barometersumut.com/Medan-Terminal Terpadu  Amplas (TTA) dalam tahun ini akan direvitalisasi.  Hal itu dilakukan karena kondisi terminal  tersebut  saat ini sangat memprihatinkan sekali.  Selain kumuh dan jorok,  kondisi  infrastrukturnya juga perlu perbaikan. Dengan revitalisasi  yang dilakukan diharapkan dapat menjadikan  terminal  yang memiliki luas lebih kurang 5 hektar ini sebagai  tempat yang  benar-benar memberikan kenyamanan bagi seluruh  penumpang.

Rencana revitalisasi ini disampaikan langsung Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM ketika melakukan peninjauan di TTA. “Terminal Amplas kita revitalisasi tahun ini. Anggaran untuk revitalisasi telah kita hampir Rp.10 miliar. Semoga dengan revitalisasi yang dilakukan akan membuat orang lebih banyak datang ke terminal ini,” kata Wali Kota.

Wali Kota ketika melakukan peninjauan didampingi Kadis Perhubungan (Dishub) Kota Medan Renward Parapat beserta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Medan. Begitu tiba di lokasi, Wali Kota langsung menyambangi tempat pengutipan karcis retribusi  masuk terminal.

Orang nomor satu di Pemko Medan itu selanjutnya minta penjelasan dari seorang petugas perempuan terkait retribusi serta jumlah kenderaan yang masuk setiap harinya. Ditekannya setiap kali mengutip retribusi, petugas wajib memberikan karcis masuk kepada para supir.  Setelah itu Wali Kota sempat menggantikan kedudukan petugas perempuan  itu beberapa menit.

Sejumlah supir angkutan kota sempat terkejut, sebab yang memberikan karcis retribusi masuk pagi itu bukan petugas perempuan biasanya melainkan Wali Kota.  Karenanya, beberapa supir sempat grogi  dan salah tingkah. Sambil tersenyum ramah, Wali Kota menyadorokan karcis  dan mempersilahkan supir lewat setelah membayar retribusi. Meski baru pertama kali melakoninya namun Wali Kota dengan cukup cekatan melayani beberapa supir yang baru memasuki  terminal tersebut.

Kemudian Wali Kota mendatangi sejumlah supir yang tengah sarapan pagi di sebuah warung dalam terminal.  Di tempat itu Wali Kota menerima keluhan para supir, terutama tumpang tindih trayek sehingga menyebabkan penumpang berkurang. Kondisi itu menyebabkan penghasilan mereka drastis menurun. “Jadi penghasilan kami sekarang hanya pas-pasan untuk makan sehari-hari saja,” ungkap salah seorang pengemudi angkutan Rahayu.

Atas keluhan tersebut, Wali Kota langsung memerintahkan kepada Kadishub Medan untuk segera mengkaji ulang trayek sehingga tidak ada yang tumpang tindih. Sedangkan kepada supir, Wali Kota berharap minta memberikan pelayanan yang baik kepada para penumpang sekalipun penumpang berkurang. “Mungkin dengan pelayanan yang diberikan, penumpang dapat bertahan dan meningkat kembali karena merasa aman dan nyaman selama berkenderaan,” pesannya.

Selanjutnya Wali Kota menguji  angkutan Koperasi Pengangkutan Umum  (KPUM) 04 apakah benar-benar layak untuk dioperasikan atau tidak.  Tanpa canggung-canggung, dia  kemudian mengemudikan angkutan itu mengitari terminal  dan berhenti di depan Kantor UPTD Pengujian Kenderaan Bermotor Amplas yang berada di lokasi terminal.

Wali Kota selanjutnya mengecek kesiapan para pegawai dalam memberikan pelayanan kepada para supir baik supir Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) maupun supir Angkutan Kota Antar  Provinsi (AKAP).  Diteruskan dengan mengecek seluruh riuang dan fasilitas yang dimiliki. Wali Kota sempat memberikan arahan kepada Kadishub Medan yang harus dilakukan guna mendukung kelancaran operasional terminal.

Dalam peninjauan  yang dilakukan, Wali JKota bertemu dengan salah seorang pengurus organda. Pengurus itu menyampaikan sejumlah masukan  dalam rangka  kebaikan terminal tersebut. Diantaranya,  memberikan kemudahan kepada para penumpang  terkait jalur maupun trayek yang ada di terminal tersebut.

“Jadi begitu masuk terminal, maka mereka dengan mudah akan  mengetahui  dimana trayek angutan yang akan dinaiki. Dengan begitu penumpang tidak bingung lagi mencari trayek angkutan yang akan dinaikinya. Usulan dari Organda ini sangat baik, kita segera tindaklanjuti,” ungkapnya.

Disinggung hasil peninjauan yang dilakukan, Wali Kota mengaku kondisi terminal sangat kumuh, terutama bagi depan. Dengan pemandangan seperti itu, orang diyakininya tidak akan mau masuk dalam terminal.  Kemudian, infra struktur  dan fasilitas yang ada harus diperbaiki karenan kondisinya sudah tidak layak, terutama kamar mandi.

Terkait dengan usulan kenaikan ongkos angkutan dari  Organda, Wali Kota  menindaklanjutinya dengan  langsung mengecek ke lapangan. Hal itu dilakukan agar terjadi keseimbangan sehingga kenaikan ongkos tidak memberatkan masyarakat. “Jadi peninjauan yang kita lakukan pagi ini, juga dalam rangka untuk mengecek langsung terkait usulan kenaikan ongkos yang diajukan pihak Organda tersebut,” jelasnya.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: