2013 Walikota Akan Bentuk RT

barometersumut.com/Medan

Walikota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, mengatakan pihaknya pada tahun 2013 akan membentuk Rukun Tetangga (RT). Terobosan baru itu dalam rangka lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama menyangkut pelayanan administrasi.

“Strukturnya dibawah kepala lingkungan dan akan membawahi sekitar 30 Kepala Keluarga (KK),” kata Walikota Medan, pada Outbound Training para camat dan lurah se-Kota Medan di Kampung Ladang, Pancur Batu, Sabtu (15/12).

Menurut Walikota, rencana pembentukan RT  dilakukan setelah melihat masyarakat kini sangat membutuhkan pelayanan dan  semakin tergantung dengan pemerintah. Sebaliknya, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sangat komplek mengingat Kota Medan sangat luas, terdiri dari 21 kecamatan, 151  kelurahan , 2001 lingkungan dengan penduduk 2,9 juta jiwa.

Kondisi itu, ungkapnya, menyebabkan 1 kepling harus membawahi sampai 300 KK.  Dengan  lingkungan yang cukup luas dan jumlah warga yang harus dilayani cukup banyak, Walikota merasa pelayanan yang diberikan para kepling kepada masyarakat selama ini kurang maksimal.

“Untuk itu  tahun depan (2013),  kita telah memprogramkan pembentukan RT. Untuk 1 RT akan membawahi 30 KK. Oleh karenanya 1 lingkungan nanti bisa terdiri dari 5 sampai 6 RT. Itu semua tergantung dari luas lingkungan dan jumlah penduduknya,” katanya.

Dijelaskan, pembentukan RT cukup dengan Surat Keputusan Walikota. Setelah RT dibentuk, dia optimis masyarakat bisa merasakan langsung pelayanan yang akan diperoleh. Disamping itu keluhan-keluhan terkait dengan lambannya proses pengurusan dokumen kependudukan maupun masalah administrasi lainnya dapat diminimalisir. “Jadi pembentukan RT ini semata-mata kita lakukan untuk memberikan pelayanan maksimal dan lebih berkualitas kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kepada peserta outbond mengungkapkan,  pembangunan kecamatan dan kelurahan hanya bisa berjalan dengan baik jika dibangun dengan koordinasi dan komunikasi yang kokoh secara eksternal. Koordinasi harus terbangun secara harmonis dan saling melengkapi dengan seluruh stakeholders kota di kecamatan seperti unsur Forum Koordinasi Pimpinan tingkat kecamatan  serta yang lainnya.

“Selain itu secara internal para camat mapun lurah harus bisa membangun kerja sama komunikasi kesepahaman serta kebersamaan yang erat diantara segenap aparatur pemerintahan kecamatan dan kelurahan,” ujarnya.

Seluruh camat dan lurah juga diingatkan bahwa mereka adalah pelayan masyarakat. Untuk itu harus dipahami semua yang dikerjakan adalah memberikan pelayanan umum kepada masyarakat. Sebab, selama ini dia  masih mendengar ada keluhan dari masyarakat yang mengatakan camat dan lurah kurang mampu mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan berbagai kepentingan masyarakat.(rom)

 

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: