Universitas Terkemuka Thailand Beri Wali Kota Medan Penghargaan

barometersumut.com/Medan

Setelah mendapatkan sejumlah penghargaan tingkat nasional, kini giliran penghargaan tingkat internasional  berhasil diraih Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, salah satu universitas terkemuka dan terkenal di Kota Bangkok, Thailand yakni Mahachulalongkorn Rajavidyalaya University memberikan penghargaan kepada orang nomor satu di Pemko Medan tersebut. Penghargaan diberikan karena Wali Kota dinilai berhasil membina kerukunan umat beragama di Kota Medan.

Penghargaan itu diberikan langsung  Vice Rector for Academic Affair Mahachulalongkorn Rajavidyalaya University, Ven Dr Phara Maha Hansa Dhammahanso bersama sejumlah jajaran akademik. Saat menerima penghargaan, Wali Kota turut didampingi Ketua DPRD Medan Drs H  Amiruddin dan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan Drs H Palit Muda Harahap MA.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Medan, Wali Kota mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas penghargaan yang diberikan universitas yang memiliki sejarah sangat kuat dalam bidang pendidikan keagamaan, khususnya agama Budha di Thailand tersebut. Termasuk, sangat konsistensi dalam bidang pembangunan pendidikan dan spiritual. Karenanya, Mahachulalongkorn Rajavidyalaya University sangat peduli dan perhatian besar terhadap kerukunan umat beragama, khususnya wilayah ASEAN.

“Penghargaan ini tentunya akan menjadi motivasi tersendiri bagi kami dalam meningkatkan upaya-upaya pembinaan kerukunan umat beragama di kota Medanm, serta Asia Tenggara  pada umumnya. Penghargaan ini merupakan apresiasi mendalam atas komitmen dan citra yang kita bangun bersama selama ini, terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia.” Kata  Wali kota.

Pada kesempatan itu Wali Kota menjelaskan, penduduk Kota Medan saat ini berjumlah sekitar 2,9 juta jiwa.  Medan merupakan kota multikulturisme, sebab penduduknya berasal dari berbagai suku seperti  Melayu, Jawa, Cina, Tapanuli, Mandailing dan lain sebagainya. Selain itu masyarakat Kota Medan juga  mencerminkan kemajemukan agama yang dianut.

Diungkapkan Wali Kota, penduduk Kota Medan yang memeluk agama Islam sebesar 67,8 persen, 18,1 persen pemeluk agama Kristen Protestan, 10,1 persen pemeluk agama Budha, 0,17 persen agama hindu dan 4,52 persen agama Kristen Katolik.  Keberagaman dan kemajemukan budaya serta agama itu justru menjadikan kekuatan besar dalam membangun Kota Medan. Di samping itu mendorong dinamika social ekonomi masyarakat berkembang sangat pesat dan menjadikan warga terbuka bagi setiap orang yang mengunjungi Kota Medan.

Mengantisipasi adanya pihak-pihak  yang mencoba mengangkat isu SARA guna mencari identitas dan eksistensi dirisebagai bagian dari dinamika social yang terjadi, Wali Kota bersama tokoh agama membentuk Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Tujuannya untuk membentengi pandangan-pandangan ekstrim terhadap kemajemukan budaya dan agama. Selain itu sebagai fasilitas dan wadah berbagai dialog, interaksi, komunikasi serta kerjasama hubungan antara umat beragama di berbagai bidang pembangunan.

“FKUB mampu mencipatakan interaksi sosial yang hrmonis, selaras dan kokoh antar pemeluk agama satu dengan agama lainnya sehiongga menciptakan lingkungan dengan komponen yang dapat saling bekerjasama  dan bersinergi membangun kota. Hal inilah yang telah mendorong Kota Medan banyak menjadi contoh model sosial pembangunan kerukunan umat beragama di Indonesia,” paparnya.

Wali Kota menyadari kerukunan umat beragama merupakan pesan kemanusiaan yang sangat penting dari setiap agama. Pengembangan kerukunan hidup umat beragama merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari proses pembangunan secara keseluruhan. Karenanya, mewujudkan keharmonisan diantara keberagaman kultur sosial dan budaya yang ada telah menjadi salah satu cirri khas terdepan pembangunan Kota Medan selama ini.

Untuk kawasan Asia tenggara, lanjut  Wali Kota, keberagaman kultur dan budaya yang ada tidak akan pernah melepaskan dari ikatan persdaudaraan sebagai Negara serantau. Untuk itu kerukunan antar umat beragama akan semakin terlihat manfaat besarnya ketika mampu mewujudkan dalam konteks kawasans erantau Asia Tenggara. “Untuk kitulah kerukunan umat beragama di kawasan Asia tenggara menjadi tanggungjawab kolektif kita bersama,” jelasnya.

Vice Rector for Academic Affair  Mahachulangkorn Rajavidyalaya University, Ven Dr Phara Maha Hansa Dhammahanso mengungkapkan, penghargaan ini pada dasarnya diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Wali Kota Medan karena berkat peranannya dinilai mampu dan berhasil membina kerukunan umat beragama sehingga menjadikan Medan yang harmoni dan kedamaian.   “Kehidupan umat beragama di Kota Medan berjalan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika,  dimana hidup bersama dengan penuh kedamaian di tengah perbedaan,” ujar Dhammahanso.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: