2013, Medan Zoo Harus Miliki Sarana Bermain untuk Anak

barometersumut.com/Medan

Kebun Binatang Medan yang kini telah berubah nama menjadi Medan Zoo diharapkan tidak hanya sekedar dijadikan sebagai tempat untuk melihat aneka puspa dan satwa saja, tetapi harus bisa menjadi lokasi bermain yang menarik bagi anak-anak.  Untuk itu tempat yang memiliki luas sekitar 30 hektar dan dihuni lebih dari ratusan spesies ini, harus sudah memiliki sarana bermain untuk anak-anak pada 2013.

“Saya minta tahun 2013, Medan Zoo harus sudah memiliki sarana bermain untuk anak-anak dengan memanfaatkan lahan-lahan yang masih kosong,” kata Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM ketika menghadiri acara puncak Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) sekaligus pencanangan Medan Animal Care 2013 di Medan Zoo, Rabu (14/11).

Menurut Rahudman, keberadaan sarana bermain untuk anak-anak saat ini sangat penting sekali. Sebab, fasilitas bermain di Kota Medan sangat minim sehingga banyak anak-anak yang menjadikan mall sebagai tempat bermainnya. “Jika Medan Zoo sudah memiliki sarana bermain, tentunya anak-anak tidak perlu lagi menjadikan mall sebagi tempat bermain,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, Medan telah  terpilih sebagai Kota Layak Anak. Untuk itu  Pemko Medan punya kewajiban menyediakan lahan bermain bagi anak-anak.  Salah satu lokasi yang dinilai sangat tepat untuk dijadikan tempat bermain adalah Medan Zoo karena memiliki lahan yang sangat luas. “Jadi Medan Zoo tidak hanya sekedar tempat untuk melihat aneka satwa dan puspa, tetapi juga lokasi bermain yang baik bagi anak-anak,” ungkapnya.

Selain Medan Zoo, Taman Beringin di Jalan Sudirman, persisnya depan rumah dinas Gubernur Sumatera Utara juga akan dijadikan tempat bermain yang representatif bagi anak-anak. Selain menambah fasilitas bermain untuk anak, orang nomor satu di Pemko Medan ini  juga ingin membangun jembatan sehingga bisa menghubungkan Taman Beringin dengan lahan kosong di sebelahnya yang terpisah dengan Sungai Babura.

“Taman Beringin saat ini sudah cukup baik. Untuk menjadikan lokasi itu sebagai tempat bermain anak-anak,
tentunya fasilitas permainan harus ditambah. Di samping itu kita minta lahan yang ada sebelahnya harus dikelola Dinas Pertamanan, sebab lahan itu  saat ini dibiarkan begitu saja sehinggadipenuhi semak. Setelah itu kita bangun jembatan sehingga kedua lokasi ini bisa terhubung,” jelasnya seraya menambahkan Pemko Medan juga membenahi lahan Cadika Pramuka di Jalan Karya Wisata Medan tahun ini dengan menggunakan dana dari pusat sekitar Rp.5 miliar.

Untuk menjadikan Medan Zoo sebaga tempat rekreasi yang benar-benar menarik , Wali Kota menegaskan harus
dilakukan sejumlah pembenahan mulai dari infrastruktur, sarana yang dimiliki sampai pelayanannya, termasuk kebersihan lokasi dan kandang satwanya sehingga pengunjung yang datang merasa nyaman Pada kesempatan itu Wali Kota memaparkan, Indonesia saat ini diperkirakan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, dikaruniai 90 tipe ekosistem, 40.000 spesies tumbuhan dan 300.000 spesies hewan. Karenaya, Indonesia kini menjadi megabiodiversitas dan mega center keberagaman hayati nomor dua di dunia setelah Brazil. “Jadi saya mengajak kita semua untuk menjaga dan memelihara kelestarian puspa dan stwa yang beraneka ragam tersebut,” ajaknya.

Berdasarkan itulah Wali Kota  mencanangkan Medan Animal Care 2013 sebagai bentuk kepedulian Pemko Medan dan masyarakat terhadap satwa langka guna penyelamatan keanekaragaman hayati dan ekosistem perkotaan. Pencanangan ini ditandai dengan pelepasan 100 ekor burung merpati dan parade puluhan becak bermotor berlogokan Medan Animal Care 2013. “Ini semua bisa diwujudkan jika kita sama-sama punya komitman yang kuat untuk melakukannya. Tidak ada yang sulit jika kita mau melakukannya dengan penuh keikhlasan, kebersamaan dan tanggung jawab,” jelasnya.

Selanjutnya, Wali Kota menabalkan tiga nama anak Harimau Sumatera yang dilahirkan pada 18 Oktober lalu. Ketiga anak harimau itu diberi nama  Suci, Zai dan Erha.  Diharapkannya, ketiga anak harimau dirawat dengan sebaik-baiknya dalam upaya melestarikan hewan langka yang kini terancam punah tersebut.

Sebelumnya, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut Ir Istanto MSi dalam sambutannya mengatakan, Medan Zoo kini menjadi salah satu lembaga konservasi setelah mendapat izin dari Menteri Kehutanan tahun 2010.  Karenanya, Medan Zoo diharapkan dapat menjadi tempat untuk mengembangbiakkan hewan-hewan yang terancam punah, salah satunya Harimau Sumatera. Di samping itu dia berharap agar pengelolaan Medan Zoo ditingkatkan lagi sehingga menjadi kebun binatangv terbaik di seluruh Indoensia.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: