Wali Kota Sangat Kecewa Camat tak Peduli Sidang Keliling

barometersumut.com/Medan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM kembali  dikecewakan oleh seluruh camatnya.  Rasa kecewaan ini dipicu akibat ketidakpedulian para camat terhadap program persidangan keliling perkara perdata pencatatan kelahiran  yang merupakan kerjasama Pemko  Medan dengan Pengadilan Kelas  I-A  Khusus Medan, PT BRI Cabang Utama Medan dan PT Pos (Persero) Cabang  Medan.  Padahal Pemko Medan  yang pertama kali di Indonesia mencetuskan program sidang keliling sehingga kini mulai diadopsi  kabupaten maupun kota lainnya.

Selain kurang sosialisasi sehingga beberapa kecamatan minim warganya yang ikut persidangan,  proses persidangan juga tidak dijaga petugas keamanan selayaknya persidangan resmi yang dilakukan di pengadilan selama ini.  Tak pelak kondisi  ini menyebabkan  proses persidangan berjalan tidak tertib, sebab warga berebutan untuk sidang duluan.  Meski demikian persoalan yang terjadi ini  tidak luput dari perhatian para camat.

Hal ini terungkap ketika Wali Kota dan Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi menghadiri rapat evaluasi pelaskanaan persidangan keliling  dan penyalyuran e-KTP di Balai Kota Medan,  Selasa (6/11)/2012.

Dalam rapat yang turut dihadiri pihak dari Pengadilan Kelas I-A Khusus Medan, PT BRI Cabang Utama Medan dan PT Pos (persero) Cabang Medan serta asisten dan seluruh camat, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Muslim Harahap  membeberkan permasalah yang terjadi di lapangan.

“Sosialisasi kepada masyarakat di beberapa kecamatan masih kurang. Akibatnya di beberapa kecamatan, warganya sangat minim ikut persidangan. Kemudian minimnya pengamanan pada saat persidangan berlangsung di kantor kecamatan.  Seharusnya setiap persidangan keliling digelar, minimal ada 10 petugas keamanan.  Memang ada kepala lingkungan (kepling) tapi mereka bukan menjaga persidangan justru mencadi calo persidangan,” kata Muslim.

Kondisi ini diperparah lagi  dengan sejumlah temuan di lapangan. Menurut Muslim, ada beberapa lurah yang  mengaku tidak tahu  dengan adanya persidangan keliling. Alhasil sampai persidangan keliling selesai,  beberapa lurah tersebut tidak hadir. Ditambah lagi,  sambungnya, aparat kelurahan dan kepling sama sekali tidak peduli dengan persidangan keliling sehingga tidak mendampingi maupun mengarahkan warganya ketika mengikuti persidangan keliling berlangsung.

Di tengah ketidak pedulian camat, lurah dan kepling tersebut, Muslim mengungkapkan pelaksanaan persidangan keliling  yang dimulai sejak ditandatanganinya perjanjian kerjasama pada 10 september 2012  telah dilakukan 8 kali persidangan. Dari 8 kali persidangan telah menghasilkan 2.472 akta kelahiran. Dia menargetkan sampai Desember 2012, bisa tembus 6.000 akta kelahiran.
Selama  persidangan  keliling digelar, jelas Muslim, Kecamatan Medan Tuntungan yang paling mimim warganya mengikuti persidangan.

Dari 8 kali persidangan keliling yang dilakukan, hanya 7  akta kelahiran yang dihasilkan. Padahal antusiasme masyarakat untuk mengikuti persidangan keliling asangat tinggi. “Ada beberapa kali kita bersama pihak pengadilan, BRI dan Kantor Pos terpaksa pulang karena tak ada orang di kecamatan,” paparnya.

Sedangkan untuk  e-KTP, Muslim menjelaskan pihaknya telah melakukan perekaman sebanyak 1.261.511 orang. Dari jumlah  yang telah direkam itu, sekitar 1.065.078 e-KTP telah selesai dan 817.620 e-KTP telah disalurkan kepada masyarakat.  Saat ini sekitar 220.000 e-KTP lagi sedang dicetak di Jakarta dan siap disalurkan kembali kepada amsyarakat apabila sudah selesai.

Sementara itu Nelson J Marbun dari Pengadilan Kelas I-A Khusus Medan juga menyampaikan sejumlah masalah yang dialami hakim dan panitera pengganti setelah 8 kali persidangan keliling dilakukan. Dari 3.142 berkas yang masuk, sudah 2.552 yang diputus.  Pihaknya tidak disediakan pihak camat ruang khusus untuk dipergunakan mengenakan toga.

Setiap kali datang melakukan sidang, ungkapnya, tak satu pun pihak kecamatan yang datang menyambut, begitu pula ketika mereka pulang. Ditambah lagi pengamanan tidak ada, sehingga  persidangan berjalan tidak tertib karena warga berebutan mau sidang duluan. Untuk  itu dia berharap  agar tenaga pengamanan dimaksimalkan.

Menyikapi  persoalan yang  itu Wali kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM  mengaku sangat kecewa dan tersinggung atas sikap para camat tersebut. “saya benar-benar tersinggung. Niat baik Pemko Medan ini ternyata tidak kalian tindaklanjuti dengan baik. Saya tidak melihat kalian ini sebagai pelayan masyarakat,” kata Wali Kota kecewa kepada seluruh xcamat yang menghadiri rapat evaluasi tersebut.

Menurut Wali Kota,  sikap yang diperlihatkan para camat ini menunjukkan  mereka tidak peduli dengan program  Pemko Medan ini. Padahal Simalungun yang mengikuti  jejak Pemko Medan melakukan persidangan keliling ini, mendapat pengakuan dari MURI karena persidangan dilaksanakan di atas kapal.

“Jadi saya benar-benar kecewa sekali, sebab kalian tidak bisa mengangkat martabat Pemko Medan. Ini menunjukkan kalian sama sekali tidak peduli dengan orang-orang yang membantu kita.  Bagaimana  lagi  kalianj peduli dengan masyarakat. Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi saya.  Terus terang saya  tidak perlu  dengan orang-orang yang tidak konsisten,” tegasnya.

Selanjutnya, Wali Kota mengeluarkan sejumlah intruksi untuk segera dilaksanakan menyikapi hal tersebut, seperti menyediakan 10 provost Satpol PP  setiap kali persidangan keliling digelar.  Untuk ruang ganti pakaian hakim dan panitera, gunakan ruangan camat, termasuk untuk istirahat serta  berikan pelayanan yang baik.(rom)

“Semua  kelemahan ini menjadi tanggung jawab saya. Untuk itu saya akan melakukan perubahan agar menjadi lebih baik lagi. Dalamm kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak pengadilan, kantor pos dan BRI atas kerjasama yang telah dibangun ini,” ujar Wali Kota.

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: