Rahudman Larang Pimpinan SKPD Camat dan Lurah ke Luar Kota

barometersumut.com/Medan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM melarang seluruh  pimpinan Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) meninggalkan  Kota Medan.  Sebab, pelaksanaan pembangunan kota tahun angggaran 2012nhanya tinggal menyisakan waktu efektif lebih kurang 7 minggu lagi. Karenanya, mereka  harus memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk mengimplementasikan pencapaian sasaran pokok pembangunan  sebagaimana yang telah ditetapkan.

“Mulai hari ini seluruh pimpinan SKPD  tidak saya izinkan meninggalkan Kota Medan, kecuali  menyangkut keperluan yang sifatnya  sangat strategis dan tidak dapat diwakilkan. Itu pun harus mendapat izin dari saya terlebih dahulu,” kata Wali Kota  ketika membuka rapat Evaluasi Capaian Kinerja Pelaksanaan Program/Kegiatan Pembangunan Kota sampai Triwulan III Tahun Anggaran 2012 di Hotel Grand Aston Medan, Selasa (31/10).

Selain pimpinan SKPD, camat dan lurah juga dilarang berpergian ke luar kota.  Selaku ujung tombak Pemko Medan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, camat dan lurah harus siaga di wilayahnya masing-masing. Mereka harus membenahi dan meningkatkan kebersihan wilayahnya, sebab Tim Adipura akan turun untuk melakukan penilai pada 2 sampai 14 Nopember.

“Kalau anda (pimpinan SKPD, camat dan lurah)  lebih mengutamakan kepentingan pribadi dari pada kepentingan dinas dan masyarakat, maka inilah pertemuan anda yang terakhir dengan saya.  Terus terang, saya tidak membutuhkan orang-orang yang tidak punya dedikasi. Ingat itu, saya tidak main-main!” tegasnya.

Selanjutnya, Wali Kota  memerintahkan kepada para asisten dan inspektur untuk mengecek  perkembangan capaian kinerja program, kegiatan dan anggaran dari masing-masing SKPD. Jika asisten dan inpektur tidak mampu, maka  sekda harus mengambil alih itu. “Apabila  tidak jalan, saya akan ambil alih ini. Saya mampu  melakukannya,” ungkapnya.

Menyikapi cuaca ekstrim yang terjadi saat ini, Wali Kota mengingatkan para pejabat terkait agar benar-benar siag dan cepat mengambil langkah antisipasi  apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Kalau sudah cuaca ektrim seperti ini jangan hanya di rumah dan tidur siang. Kalau ada sesuatu yang dibutuhkan segera lapor, jangan diam saja. Dalam konteks kerja, anda harus konsisten melaksanakannya,”  ujarnya mengingatkan.

Untuk itulah Wali Kota mengajak semua untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, mulai  dari Wali Kota, Wakil Wali Kota. Sekda sampai struktur yang paling bawah. Sebab , prioritas utama saat ini mengoptimalkan capaian kinerja program, kegiatan dan anggaran Tahun Anggaran 2012 sesuai rencana yang ditetapkan. “Tantangan pembangunan kota pasti akan selalu ada namun kita tidak boleh lari , kita harus tetap konsisten dan mengelolanya dengan penuh tanggungjawab,” terangnya.

Pada kesempatan itu  Wali Kota juga mengungkapkan kekecewaanya terkait kinerja Dinas Bina Marga Kota Medan. Kondisi infrastruktur jalan masih jauh dari memuaskan terbukti masih banyaknya keluhan warga terkait jalan rusak maupun berlubang.  Salah satunya Jalan Bunga Asoka di Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang. Saking parahnya kerusakan jalan menyebabkan warga setempat menanam tiga batang pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk ungkapan protes. Padahal Dinas Bina Marga telah memiliki 5 unit Alpomain Road Manitanance Truck  untuk menabal jalan.

Selain infrastruktur jalan, Wali Kota juga menilai Dinas Bina Marga masih belum maksimal dalam menangani drainase sehingga menimbulkan keluhan masyarakat.  Selain itu hasil pengerjaan drainase masih  belum menunjukkan hasil memuaskan dalam mengatasi genangan air setiap kali hujan deras turun. Karenanya, Wali Kota minta dengan sisa waktu yang ada agar Kadis Bina Marga lebih meningkatkan kinerjanya  sehingga sasaran pokok tercapai dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

Di acara yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Drs H dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri,  Dewan Kota, Staf Ahli, Asisten, pimpinan SKPD, Camat, Lurah, Kepala  Puskesmas dan Kacabdis Pendidikan Tingkat Kecamatan  ini, Wali Kota juga  menyampaikan 4 catatatn yang perlu dperhatikan. Pertama, suka atau tidak suka , setujua atau tidak setuju, budaya birokrasi masih sering dipersepsikan kurang mendukung peningkatan kualitas pelayanan public.

Yang kedua, lanjutnya, infrastruktur social ekonomi, kualitasnya masih dikesankan terbatas. Karenanya masih harus ditingkatkan mutunya sekaligus punya estetika yang tinggi. Ketiga, pentaan kota dianggap masih kurang terkoordinasi sehingga sering dianggap me3muncukan side effect seperti kemacetan, genangan dan lain-lain karena fungsi-fungsi ruang kurang harmonis.

Sedangkan yang keempat, semua harus bersdungguh-sungguh dan menanganinya dengan lebih baik. Sebab, penanganan yang semakin optimal akan berpengaruh sangat besar b agi perkembangan perekonomian kota sekaligus sebagai bagian pokok mewujudkan visi pembangunan Kota Medan yang berdaya saing, nyaman, peduli dan sejahtera.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: