Kinerja Camat, Lurah dan Kepling Sangat Kecewakan

barometersumut.com/Medan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM sangat kecewa  dengan kinerja  para kepala lingkungan (kepling), lurah dan  camat. Mereka ternyata tidak peduli dengan kondisi wilayahnya masing-masing. Hal ini terbukti ketika orang nomor satu di Pemko Medan itu melakukan peninjauan di sejumlah wilayah usai hujan, Minggu (4/11/2012).

Selain parit tersumbat dan banyak ditumbuhi gulma sehingga menyebabkan terjadinya genangan air di jalan, juga  ditemukan ada kawasan yang terlihat sangat kumuh padahal berada di tengah inti kota.

Selain camat, lurah dan kepling, Wali Kota juga sangat kecewa dengan kinerja Kadis Bina Marga Ir Gunawan. Sebab, instruksinya  agar jalan rusak di kawasan Jalan Bogor  segera diaspal ternyata tidak diindahkan. Padahal instruksi itu telah disampaikan sekitar dua bulan lalu ketika Wali Kota melakukan peninjauan di Jalan Bogor terkait tuntutan agar nama jalan itu diganti menjadi Jalan Tjong Yong Hian.

Peninjauan mendadak ini dilakukan Wali Kota bersama Sekda Ir Syaiful Bahri, Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Ir Syampurno Pohan, Kabag Umum M Husni  SE MSi dan Kabag Humasy Budi Hariono SSTP MAP. Lokasi yang pertama ditinjau seputaran bundaran air mancur Jalan Sudirman Kelurahan  Madras, Kecamatan Medan Polonia.

Di tempat itu Wali Kota  melihat parit baru saja dikolrek dan dibersihkan.  Namun begitu memasuki Jalan Suprapto Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, kondisi parit tersumbat dan banyak bebatuan serta ditumbuhi gulma. Pemandangan itu  sontak membuat Wali Kota marah dan langsung memanggil Camat Medan Maimun Amran Rambe untuk segera mengorek dan membersihkannya.

Setelah itu peninjauan dilanjutkan ke Jalan MT Haryono, seputaran Uniland Plaza. Di tempat ini Wali Kota juga tidak dapat menutupi  rasa marah dan kecewanya, sebab kawasan itu banyak ditemukan tenda-tenda  plastik  dan sampah di sepanjang rel.  “Ini membuktikan camat, lurah dan kepling tidak peduli dengan wilayahnya. Jika mereka peduli, tenda-tenda plastik dan sampah pasti tidak ada,” kata Wali Kota penuh kecewa.

Yang mengecewakan Wali Kota  lagi  ketika berada di kawasan Jalan Bogor. Ternyata jalan rusak yang telah diperintahkannya untuk segera diaspal  Dinas Bina Marga ketika melakukan peninjauan sekitar dua bulan lalu, ternyata  tidak dilaksanakan sampai saat ini. Terbukti  jalan rusak itu tetap saja rusak  seperti pertama kali ditemukan Wali Kota. Bertepatan Kadis Binas Marga Ir Gunawan tiba di lokasi, dia lalu diperintahkan Wali kota untuk segera mengaspalnya. “Saya minta  jalan ini diaspal hari ini juga!” tegas Wali kota.

Dari Jalan Bogor, Wali Kota menuju Jalan Surabaya. Di jalan itu banyak ditemukan tumpukan material bangunan di pinggir jalan. Selain mengganggu estetika kota, kehadiran material bangunan milik sejumlah warga yang sedang membangun itu akan memicu trjadinya kemacetan lalu-lintas pada jam-jam sibuk. Karenanya, Wali kota minta kepada camat untuk segera memindahkan material bangunan tersebut.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Jalan Mandala By Pass.  Wali Kota menemukan puluhan meter jalan digenangi air. Hal ini terjadi akibat parit tersumbat  dan mengalami pendangkalan sehingga  ketika hujan deras turun tidak mampu menampung  debit air. Di samping itu parit ditutup beton sehingga genangan air tidak bisa  masuk parit.

Sebagai langkah awal, Wali Kota ememrintah sejumlah beton dibongkar. Meski demikian genangan air tidak hilang. Karenanya, Wali Kota memerintahkan Sekda Ir Staiful Bahri untuk segera menghubungi Dinas Bina Marga agar segera mengirimkan satu unit mobil penyedot lumpur. Tak lama berselang mobil penyedot datang dan melakukan penyedotan lumpur parit serta air yang menggenangi jalan sehingga  pengguna jalan tidak terganggu.

Usai melakukan peninjauan, Wali Kota selanjutnya memerintah kepada Sekda untuk mengiventarisir semua temuan yang diperoleh untuk segera ditindaklanjuti. “Peninjauan ini akan saya lanjutkan lagi. Saya ingin mengetahui apakah camat, lurah dan kepling  benar-benar peduli dengan wilayahnya atau tidak sebagai bahan evaluasi,”  jelasnya.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: