Walikota: Reklame Tak Layak & Ganggu Estetika Kota Dibongkar

barometersumut.com/Medan

Walikota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, menegaskan seluruh papan reklame  maupun bando yang konstruksinya tidak layak  dan kekuatan pondasinya diragukan serta mengganggu estetika kota segera dibongkar, guna mengantisipasi kemungkinan tumbang  menyusul cuaca sangat ekstrim yang kini sedang menerpa Kota Medan.
“Setelah kita lakukan pantauan, ternyata  tidak sedikit papan reklame (billboard) maupun bando yang kondisinya sangat mengkhawatirkan sehingga dapat mengganggu  keselamatan masyarakat yang berada di sekitarnya. Untuk itu akan segera kita tertibkan,” kata Walikota, Rabu (10/10).

Dengan penertiban itu, kata Walikota, dapat  meminimalisir papan reklame maupun bando yang tumbang pada saat hujan deras dan angin deras tiba seperti terjadi belakangan ini. Peristiwa itu menyebabkan timbulnya  kerugian  baik moril maupun materil  bagi warga yang tertimpa. “Untuk itulah harus  kita tertibkan,” tegasnya

Menurut Walikota, pembongkaran papan reklame dan bando  yang dinilai sudah tak layak itu akan dilakukan tim yang telah dibentuk Wali Kota. Tim ini melibatkan sejumlah intansi terkait seperti Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB), Dinas Pertamanan, Dinas Bina Marga, Dinas Kebersihan serta satpol PP yang dipimpin langsung Walikota.

Untuk mengantisipasi hal itu tak terjadi kembali, maka  pendirian papan reklame maupun bando ke depannya tidak bisa  seperti yang dilakukan selama ini.  “Berdasarkan Peraturan Walikota (Perwal),  pendirian papan reklmae maupun bando harus melibatkan berbagai intansi terkait. Hal ini untuk memastikan bangunan fisik (konstruksi) maupun pondasinya cukup kuat dan tidak rentan tumbang. Apalagi saat ini sedang datang cuaca ekstrim,” ungkapnya.

Selain  itu papan reklame maupun bando yang mengganggu estetika kota, jelas Wali Kota, juga akan ditertibkan. Langkah ini dtempuh dalam rangka Medan muntuk meraih Piala Adipura Kecana. Sebab, keberadaan papan reklame maupun bando yang mengganggu estetika kota  akan menjadi penghalang  Kota Medan untuk mendapatkan penghargaan paling bergengsi di seluruh Indonesia tersebut. “Jadi penertiban harus kita mulai dari sekarang,”  ungkapnya.

Tidak hanya papan reklame dan bando, pohon yang berada di pinggir jalan juga menjadi sorotan Wali Kota. Hal ini tidak terlepas akibat banyaknya pohon tumbang pada saat hujan deras dan angin kencang menerpa. Untuk mencegah pohon tumbang, orang nomor satu di Pemko Medan ini juga telah mengistruksikan tim yang baru dibentuknya itu untuk memangkas pohon.

“Sistim pemangkasan pohon kita rubah. Jika selama ini pemangkasan pohon hanya samping-sampingnya saja, tapi pemangkasan yang kitab lakukan kali ini dari atasnya. Selain mengurangi beban pohon, pemangkasan seperti ini akan membuat pohon lebih rindang  lagi,” terangnya.

Sedangkan kepada camat dan lurah, Walikota memerintahkan untuk memantau seluruh papan reklame maupun bando yang berada di wilayahnya masing-masing. Jika menemukan papan reklmae maupun bando yang meragukan atau mengganggu estetika kota segera dilaporkan untuk ditertibkan.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: