Globalisasi Bisa Merusak Mental & Nilai-Nilai Pancasila

barometersumut.com/Medan

Walikota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, mengatakan globalisasi dan liberisasi yang menjadi kecenderungan saat ini dapat mengganggu atau merusak mental dan nilai-nilai Pancasila, jika tidak diantisipasi sedini mungkin.
“Sebagai bangsa, kita wajib meningkatkan kewaspadaan nasional dan ketahanan  mental idiologi bangsa. Kemampuan menghadapi tantangan yang amat dasar dan akan melanda kehidupan nasional, sosial dan politik ini harus dibangun berdasarkan keyakinan nasional atas idiologi kebangsaan yakni Pancasila,” sebut Walikota dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Medan, Ir H Syaiful Bahri Lubis MM,  pada santiaji penguatan pemahaman idiologi kebangsaan, Rabu (10/10).

Dikatakan, dalam perjalanannya sejak proklamasi hingga sekarang, banyak dijumpai ada kelompok-kelompok yang berfikiran untuk mengganti idiologi Pancasila dengan idiologi lain. Namun, semua itu gagal sebab Pancasila adalah seperti darah daging  bangsa Indonesia. “Hanya dengan dasar keyakinan inilah masyarakat Indonesia tegak dan tegar. Dengan keyakinan atas Pancasila pulalah sebagai idiologi bangsa, Indonesia yang benar dan terpercaya,” katanya.

Pancasila, sebutnya, dipercaya memancarkan identitas dan integritas martabat bangsa. Keutuhan idiologi Pancasila telah membuktikan bahwa tidak ada idiologi lain yang sesuai untuk bangsa Indonesia, karena Pancasila mempunyai nilai spiritual relegius dan menjiwai kultur bangsa Indonesia yang memiliki sifat gotong royong dan bahu membahu.

Lebih lanjut dikatakan, idiologi kebangsaan berisikan tujuan dan cita-cita yang akan dicapai bersama oleh bangsa Indonesia karena Pancasila berfungsi sebagai pemersatu. “Oleh karena itu, di tengah-tengah derasnya arus perubahan yang rentan dengan masuknya idiologi-idiologi lain yang tidak sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia, kita semua berkewajiban bertanggung jawab atas penguatan Pancasila sebagai dasar idiologi Negara,” ujanya.

Kota Medan, tambahnya, memiliki bentuk multietnis yang beragam agama, kepercayaan, budaya dan ras. “Masyarakat yang majemuk seperti ini sungguh rentan terhadap perpecahan. Untuk itu penguatan idiologi kebangsaan menjadi sangat perlu untuk mempersatukan keanekaragaman yang ada, “pungkasnya.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: