Antisipasi Cuaca Ekstrim Camat dan Lurah Dilarang Tinggalkan Wilayah Kerja

barometersumut.com/Medan

Seluruh camat dan lurah dilarang keras  untuk tidak meninggalkan wilayah kerjanya masing-masing.  Warning ini keluarkannya untuk mengantisipasi  cuaca ekstrim yang kini  tengah  menerpa  Kota Medan. Untuk itu  mereka diwajibkan terus memantau  dan melaporkan semua kondisi yang terjadi di wilayahnya, terutama ketika hujan  tiba.  Bagi camat dan lurah yang mengabaikan instruksi ini, maka sanksi  tegas  menanti.

Larangan ini disampaikan  langsung Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM di Balai Kota Medan, Senin (8/10/2012). “Mulai bulan ini, saya tidak izinkan ada camat dan lurah yang  meninggalkan wilayah kerjanya. Mereka harus  standby dan terus memantau wilayahnya, terutama pada saat hujan deras turun dan laporkan setiap kejadian yang terjadi,” kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota, larangan  ini dilakukannya agar camat dan lurah sebagai kepala wilayah bertanggungjawab penuh  dan peduli terhadap wilayahnya. Sejak cuaca ektrim menerpa Kota Medan bulan ini, hujan deras disertai angin kencam sering menumbangkan pohon maupun papan reklame sehingga menimpa rumah dan kenderaan warga. Kondisi ini tentunya sangat merugikan masyarakat secara moril maupun materil.

Wali Kota selanjutnya menyampaikan ungkapan kekecewaannya terhadap kinerja camat dan lurah dalam menyikapi cuaca ektrim.  Dia mendapat laporan ketika hujan deran dan angin kencang menerpa Medan, Minggu (7/10/2012), camat dan lurah tidak ada  yang melaporkan, seolah-olah  tidak ada kejadian di wilayahnya masing-masing. Padahal tidak sedikit pohon, papan reklame dan tiang listrik tumbang sehingga merugikan warga.

Dijelaskan Wali Kota, camat dan lurah melakukan itu karena mengetahui dirinya tidak berada di Medan. “Kalau saya tidak ada, kalian  rasa bisa bermain-main, itu salah besar. Apa yang kalian lakukan pasti terpantau. Untuk itu bekerjalah dengan sebaik-baiknya dan tidak  satupun yang saya izinkan keluar meninggalkan wilayahnya masing-masing. Jika camat dan lurah tidak melaksanakannya, saya akan menjatuhkan sanksi tegas,” ungkapnya.

Selain camat dan lurah, Wali Kota juga mengingatkan kepada seluruh Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus siap  dalam menyikapi cuaca ekstrim, termasuk diantaranya pohon maupun papan reklame tumbang. Begitu cuaca ekstrim datang kembali,  semua harus siap menghadapinya. “Saya sendiri sudah menyiapkan mantel untuk turun apabila terjadi  sesuatu,” ungkapnya.

Kemudian, Wali Kota menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menyikapi cuaca ekstrim tersebut. Selain itu ketika cuaca ekstrim datang, masyarakat diminta  untuk menghindarinya guna mencegah bahaya yang ditimbulkan. Termasuk, tidak berkenderaan pada saat hujan deras dan angin kencang datang.

Terkait dengan tumbangnya sejumlah papan reklame, Wali Kota berjanji akan menertibkan papan reklame yang dinilai sudah tidak layak. Jadi dia akan menggunakan momen ini untuk menertibkan papan reklame, termasuk papan reklame yang sudah berakhir izinnya dan dinilai sudah tak layak berdiri lagi . Ke depan untuk pemasangan papan reklame, harus melibatkan instansi terkait sehingga benar-benar terpantau kualitas pemasangannya.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: