Wali Kota Donorkan Darah di Konjen India

barometersumut.com/Medan

Mendonorkan darah merupakan perbuatan kemanusian, sebab setiap tetes darah yang disumbangkan akan memberikan kesempatan hidup bagi  penerimanya. Karenanya, kegiatan donor darah dapat meningkatkan rasa persaudaraan  antar sesame. Di samping itu kegiatan mulia ini dapat menumbuhkan nilai-nilai kecendikiawanan dan perilajku beretika.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM ketika menghadiri  acara donor darah yang digelar Konsulat  Jenderal (Konjen) India untuk Kota Medan dalam rangka memperingati hari kelahiran Bapak Bangsa India yaitu Mohandas Karamchand Gandhi atau yang lebih dikenal dengan Mahatma Gandhi.  Atas dasar itulah orang nomor satu di  Pemko Medan berharap agar  kegiatan  donor darah ini terus berlanjut.

“Saya berharap donor darah ini tidak terhenti pada momen ini tetapi terus berlanjut  dengan momen yang lain sehingga menjadi kelender tetap setiap tahunnya.  Selain meningkatkan rasa persaudaraan antar sesama, kegiatan ini juga dapat membantu ketersediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI),” kata Wali Kota.

Karenanya, Wali Kota sangat mengapresiasi atas  kegiatan donor darah yang dilaksanakan di halaman Konjen India ini  sebagai  sebagai perwujudan untuk meneruskan salah satu ajaran Mahatma Gandhi  yakni berbagi  dengan sesama. Di samping itu Gandhi juga mengajarkan untuk tidak melakukan kekerasan dan diskriminasi. Ajarannya  inilah yang telah mengispirasi banyak orang untuk berfikir dengan cara santun.

Menurut Wali Kota, makna yang diperoleh dari  peringatan hari kelahiran Mahatma Gandhi sebagai tokoh anti kekerasan dunia ini bahwa semua perjuangan maupun  masalah harus diselesaikan dengan kekerasan maupun tindakan-tindakan anarkis. Semua masalah itu bisa diselesaikan dengan solusi terbaik. Termasuk,  sejumlah masalah yang ada di Kota Medan tidak harus diselesaikan dengan kekerasan.

“Untuk menyelesaikannya, tidak harus ada yang dikorbankan. Penyelesaian bisa duilakukan dengan langsung dan sebaik-baiknya. Caranya dengan terus  membentuk rasa kebersamaan, kekompakan dan silaturahmi. Cara itu tidak hanya dilakukan dengan masyarakat tetapi juga dengan pemerintah dan masyarakat. Jika komunikasi ini tersumbat, maka sering menimbulkan terjadinya tindak kekerasan,” ungkapnya.

Karenanya, lanjut Wali Kota, ketokohan Mahatma Gandhi ini perlu dicontoh dan direnungkan sebagai tokoh suci maupun politisi ulung dalam arti dengan kegiatan-kegiatannya yang selalu mengutamakan anti kekerasan.   Ditambah lagi seluruh hiduopnya dihabiskan untuk mengusahakan tercipatanya perdamaian dunia.

Sebagai bentuk  apresiasi atas kegiatan ini, Wali Kota usai memberikan sambutan langsung mendonorkan darahnya. Bagi Wali Kota, donor  darah merupakan kegiatan rutin yang dilakukannya setiap tiga bulan sekali. Dengan rutinitas yang dilakukannya itulah, dia mengaku kondisi kesehatannya selalu terjaga dan fisik tetap fit.

Konjen India untuk Medan Basyir Ahmed  menjelaskan, 2 Oktober merupakan hari kelahiran tokoh besar India Mahatma Gandhi. Hari kelahirannya itu juga diperingati sebagai hari tanpa kekerasan dunia ( In Comememoration of World Violence Day). Selama masa hidupnmya, Gandhi banyak memberikan pelajaran berharga. Salah satunya berbagi dengan sesama.” Untuk  mengamalkan ajarannya itulah, maka kita hari ini melaksanakan donor darah,” jelas Basyir.

Selain berbagi dengan sesame, terangnya, Gandhi juga mengajarkan  Ahimsa. Menurut dia, ajaran ini telah mengilhami perjuangan para pahlawan di Indonesia dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan. Pada kesempatan itu Basyir tak lupa mengucapakan rasa terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemko Medan sehingga kegiatan ini berjalan lancar, termasuk seluruh pendonor yang telah rela menyumbangkan darahnya.

Kepada Wali Kota,  Basyir berharap untuk dapat diizinkan mendirikan patung setengah badan Mahatma Gandhi di salah satu tempat di Kota Medan. ‘Pendirian patung ini sebagai lambang hubungan antara Kota Medan dengan  India. Untuk itu kami sangat berharap agar Wali kota  mengizinkannya,’ harapnya.

Menanggapi permintaan Basyir, Wali Kota  mengatakan akan dilakukan  pertimbangan dan kajian lagi. “Sama seperti permintaan untuk mengganti nama jalan, Wali kota tidak bisa langsung memutuskannya karena harus melalui persetujuan  dari DPRD Medan,” terang Wali Kota.

Selain Wali Kota, kegiatan donor darah ini turut juga dihadiri Kadis Kesehatan Sumut dr Raden Roro S mewakili Plt Gubsu, sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan, segenap pengurus Perhimpunan Masyarakat Indonesia  India (PMII),  anggota PMI Kota Medan serta  undangan  lainnya.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: