Pendapatan Supir Berkurang,Pangkalan Liar di Kota Medan Segera Ditertibkan

barometersumut.com/Medan

Seluruh pangkalan angkutan liar yang  ada di Kota Medan akan ditertibkan hari ini ,Rabu (12/9). Selain untuk menertibkan kelancaran lalu-lintas, penertiban dilakukan karena pangkalan-pangkalan liar yang beroperasi  itu tidak memiliki izin dan keberadaannya selama ini sangat meresahkan para pengemudi  angkutan umum yang  resmi.  Penertiban ini akan melibatkan tim terpadu yang terdiri dari unsur Satlantas  Polresta Medan, Dandim 0201/BS, Denpom serta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) terkait.
Hal tersebut merupakan hasil kesimpulan dalam rapat Manajemen dan Rekaya Lalu Lintas serta Penertiban Kenderaan Plat Hitam di Balai Kota Medan, Senin kemarin. “Penertiban kita lakukan pada Rabu. Seluruh pangkalan liar di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jamin Ginting dan Jalan Letda Sujono akan kita tertibkan,” kata Asisten Pemerintahan Daudta P Sinurat seusai memimpin rapat yang didampingi  Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Medan, Renward Parapat,ATD MT dan Kasatlantas Polresta Medan Kompol Risya Mustario.
Dikatakan,Daunta sebelum melakukan penertiban, tim gabungan akan berkumpul di Pos Lantas Lapangan Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah seluruh tim berkumpul, barulah seluruh pangkalan liar yang selama ini  dianggap sebagai salah satu pemicu terjadinya kemacetan ditertibkan. “Kita minta seluruh tim terpadu saling bersinergi sehingga hasilnya maksimal,”katanya.
Sedangkan, Renward Parapat selaku Kadishub Kota Medan mengatakan sebelum penertiban dilakukan, pihak  Dishub terlebih dahulu akan menyurati seluruh pangkalan liar.
“Dalam surat itu, seluruh pangkalan liar kita minta untuk menghentikan seluruh operasionalnya dalam waktu 1 x 24 jam.  Jadi satu hari sebelum penertiban dilakukan, surat peringatan ini telah kita sampaikan.  Begitu kita action Rabu, apabila masih ada pangkalan liar yang masih beroperasi langsung kita tertibkan,” ujar  Renward Parapat.
Disambungnya,penertiban pangkalan liar ini diputuskan setelah dari hasil rapat terungkap jika pangkalan-pangkalan  yang dijadikan sebagai  loket penjualan tiket dan pool itu ternyata tidak memiliki izin, sesuai pengakuan utusan dari  Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Dinas Pertamanan, Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan dan Bagian Hukum  yang  hadir dalam rapat tersebut.
Sedangkan,Ketua DPC Organda Kota Medan MG Munthe didampingi pengurus lainnya, sebagai peserta rapat mendesak agar  pangkalan liar dalam bulan ini harus segera ditertibkan.
Ia mengatakan, keberadaan pangkalan liar itu menyebabkan supir angkutan umum yang tergabung dalam Organda saat ini resah dan menjerit.
“Penghasilan para supir turun drastis  jauh berkurang akibat keberadaan pangkalan liar ini. Tidak hanya penumpang Angkutan Kota Antar Propinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), angkutan dalam kota juga diserobot oleh angkutan-angkutan plat hitam milik panmgkalan liar.Jika dalam waktu sebulan ini tidak dilakukan penertiban, maka  seluruh pengemudi AKAP, AKDP dan angkutan kota sepakat menghentikan operasi selama 7 hari. Sebab, ini sudah menyangkut masalah perut,” tegas Munthe.
Ditempat yang sama,Kasatlantas Polresta Medan Kompol Risya Mustario menyatakan siap mendukung dilakukannya penertiban pangkalan liar. Hanya saja ketika melakukan penertiban, perlu dilakukan sinergi dengan unsure terkait sehingga hasilnya lebih maksimal.  Artinya, penertiban tidak dilakukan sendiri-sendiri seperti yang selama ini terjadi. (ROM)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: