Instruksikan Razia Lalu Lintas, Kapoldasu Haramkan 86

barometersumut.com/Medan

Ini warning bagi warga  yang  sering melakukan pelanggaran lalu lintas. Jika kebiasaan buruk itu tidak  segera dihilangkan, maka sanksi tegas siap dijatuhkan. Terutama  bagi pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm,  kenderaan bermotor  melawan arus  serta angkutan kota  yang  suka berhenti sembarangan untuk menurunkan maupun menaikkan penumpang.  Hal ini dilakukan dalam rangka penertiban lalu lintas di Kota Medan.

Demikian hasil pengarahan Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM kepada petugas kepolisian, Dinas Perhubungan dan Kantor Satuan  Pamong Praja (Satpol PP) di  Emerald Garden Hotel, Jumat (31/8/2012). “Untuk sementara  penertiban  dilakukan terhadap ketiga pelanggaran lalu lintas itu dulu. Saya yakin jika penertiban ini dilakukan rutin selama tiga bulan, pasti ada perubahan,” kata Kapoldasu.

Untuk itulah Kapoldasu minta kepada seluruh aparat Satlantas Polresta Medan  untuk tidak lagi melakukan pembiaran terhadap warga yang melanggar peraturan lalu lintas. Begitu menemukan pelanggaran lalu- lintas, pelakunya harus ditindak tegas dan berkasnya harus sampai ke pengadilan ungtuk disidangkan.

“Saya minta tidak ada pembiaran lagi terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas. Apalagi sampai melakukan 86  (damai di tempat). Jika ada petugas yang  terbukti melakukan  86, langsung diperiksa Propam. Sebab, petugas haram melakukan 86. Selain itu tak tertutup kemungkinan pelakunya kita pindahkan ke Pulau Nias dan Phakpak Barat. Ditambahkannya  lagi pembiaran itu akan menjadi bahan pertimbangan  dalam penentuan karir petugas bersangkutan,” tegasnya.

Karenanya, Kapoldasu menghimbau masyaraklat untuk tuidak menitipkan uang tilang kepada petugas. Seluruh pelaku pelanggaran lalu lintas akan disidang. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri menjatuhkan denda maksimal guna memberikan efek jera terhada pelanggar lalu-lintas.

Ketika melakukan penertiban, Kapoldasu  mengingatkan seluruh petugas untuk tidak sembunyi-sembunyi  dan mencari-cari kesalahan dari pengemudi kenderaan bermotor. Serta minta agar istilah 86 ditiadakan lagi.

“Itulah yang membuat  masyarakat tidak percaya lagi sama petugas. Jadi sudah tidak zamannya lagi melakukan tindakan seperti itu, sebab masyarakat sekarang terus mengawasi. Untuk itu  utamakan pelayanan agar masyarakat merasa aman, nyaman dan tenang ketika berlalu lintas,”  ujarnya mengingatkan.

Atas dasar itulah Kapoldasu menegistruksikan kepada Kapolresta Medan, kasatlantas dan Kapolsek untuk melakukan pengawasan secara ketat agar tindakan-tindakan  kurang terpuji seperti itu tidak terjadi.  “Pelanggar lalu lintas wajib ikut sidang. Saya yakin jika ini berjalan, Kota Medan pasti mendapatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun depan,” ucapnya optimis.

Menurut Kapoldasu, langkah ini harus diambil  mengingat kondisi perlalulintasan di Kota Medan sangat semrawut. Di samping itu tingkat kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan terjadinya kematian di  Sumatera Utara cukup tinggi. Terbukti,  baru 18 hari Operasi Ketupat Toba 2012 digelar, sebanyak 87 pengemudi kenderaan bermotor tewas akibat kecelakaan. Sebagian besar korban yang meninggal dunia itu pengendara sepeda motor dan masih dalam usia produktif. Tingginya angka kecelakaan yang menyebabkan terjadinya kematian ini lebih besar dibandingkan korban  tewas akibat perang.

Sedangkan kepada petugas Dishub dan Satpol PP, Kapoldasu berpesan untuk bangga dengan pekerjaan yang dijalani itu. Soalnya, tidak  semua warga bisa mendapatkan kesempatan menjadi petugas Dishub dan satpol PP. Dengan rasa kebanggaan yang  dimiliki itu, tentunya dapat bekerja dengan ikhlas dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Selain itu saya juga minta tidak ada yang mengedepankan ego sektoral dan merasa paling hebat. Justru terus jalin kebersamaan dan sinergitas dalam bekerja sehingga hasilnya bisa lebih baik lagi. Serta ketika menjalankan tugas tidakterjadi overlapping. Hal ini bisa terwujud jika masing-masing mau bekerjasama dan terus berkoordinasi,” paparnya.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: