Organda Minta Walikota Tertibkan Angkutan Plat Hitam & Terminal Liar

barometersumut.com/Medan

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan meminta Walikota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, untuk menertibkan keberadaan angkutan plat hitam dan terminal liar yang ada di Kota Medan. Pasalnya, kehadiran angkutan plat hitam dan terminal liar itu mengurangi penghasilan pemilik  maupun supir angkutan umum resmi.  
“Kami mengeluhkan kehadiran angkutan umum plat hitam dan terminal liar di sepanjang Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Jamin Ginting. Akibatnya, ribuan penumpang yang seharusnya masuk terminal kini tidak masuk lagi. Kondisi ini menyebabkan  beberapa lin angkutan umum mati karena jumlah penumpang jauh berkurang,” sebut Ketua DPC Organda Kota Medan, M.G Munthe, didampingi Ketua Dewan Pembina B Ginting, M Ambarita (sekretaris), R Simangungsong (Bendahara) dan sejumlah pengurus lainnya ketika menyampaikan keluhan itu kepada Walikota Medan, Senin (27/8).
                 
Jika Walikota tidak menindak tegas keberadaan angkutan plat hitam dan terminal liar itu, kata Munthe, dikhawatirkan akan mematikan usaha pengusaha maupun supir angkutan umum yang resmi. Padahal, katanya, selain kehadirannya tidak memberikan kontribusi apapun bagi Pemko Medan, juga ikut memicu terjadinya kemacetan. “Jadi, kami sekali lagi  mohon bantuan Bapak Wali kota untuk segera menertibkannya,” ujar Munthe.
        
Menanggapi keluhan itu, Walikota langsung memerintahkan Kadis Perhubungan Kota Medan, Rendwart Parapat ATMD, untuk segera berkoordinasi  dan membentuk tim tingkat kota guna menertibkan angkutan plat hitam dan terminal liar. “Saya juga akan berkoordinasi dengan Kapoldasu dan Pangdam I/BB dalam rangka penertiban ini,” tegas Walikota.
        
Jika angkutan umum itu mau beroperasi di Kota Medan, sebut Walikota, tidak ada masalah sedikitpun, asalkan mengikuti prosedur dan ketentuan berlaku. “Jangan beroperasi dengan menggunakan plat hitam, tetapi harus plat kuning sehingga tidak ada  satu pihak pun yang merasa dirugikan,” ungkapnya.      
 
Selain itu, Walikota juga memerintahkan Dishub untuk menertibkan becak bermotor (betor) yang masuk dari  Deli Serdang. Selain mengganggu kenyamanan pengemudi betor asli Kota Medan, kehadiran betor asal Deli Serdang itu menyebabkan terjadinya kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. “Termasuk juga terhadap truk-truk yang masuk inti kota pada siang hari. Kehadiran truk-truk itu memicu terjadinya kemacetan. Truk baru diizinkan masuk inti kota malam hari,” ujarnya.(ROM)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: