Sepeda Motor Dilarang Ikut Pawai Takbiran

barometersumut.com/Medan

Sepeda motor  dilarang  ikut  serta dalam iring-iringan pawai takbiran.  Pelarangan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas.. Selama ini setiap kali pawai takbiran digelar, kemacetan acapkali  terjadi akibat sepeda motor yang  sulit terkendali. Untuk itu  kepada seluruh peserta takbiran diharuskan  menggunakan kenderaan roda empat.

Demikian terungkap dalam rapat bersama antara Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang dan Dandim 0201/BS Letkol Inf Doni Hutabarat bersama  Kapolsek, Danramil, Camat dan Lurah se-Kota Medan  dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1433 H di Balai Kota Medan, Jumat (10/8/2012).

“Takbiran tahun ini saya minta lebih baik. Seluruh peserta yang ikut dalam iring-iringan pawai takbiran harus menggunakan kenderaan roda empat. Penggunaan kenderaan kenderaan roda dua dalam pawai takbiran tidak diperkenankan. Untuk itu saya minta kepada Camat, Kapolsek dan Danramil untuk saling bersinergi!” kata Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi dan Asisten Kesejahteraan Masyarakat Drs Darusalam Pohan.

Menurut Wali Kota, takbiran di Kota Medan dibagi menjadi dua titik. Untuk kawasan Medan Utara, dipusatkan di Belawan. Rencananya, pelepasan takbisaran akan dilaksanakan Danlantamal Belawan. Sedangkan untuk kawasan lainnya, dipusatkan di Lapangan Merdeka. Untuk pelepasan pawai takbiran, direncanakan dilakukan Pangdam I/BB.

Demi ketertiban dan kelancaran lalu lintas, Wali Kota minta kepada Satlantas Polresta Medan dan Dinas Perhubungan Kota Medan membuat rute dengan baik. Disarankannya, kenderaan yang melintasi rute yang telah ditetapkan dibatasi guna menghindari terjadinya penumpukan kenderaan sehingga memicu terjadinya kemacetan.

Menyikapi warga yang mudik, Wali Kota memerintahkan kepada Camat  untuk mengistruksikan Lurah dan kepala lingkungan (kepling) agar mengingatkan warga yang mau mudik agar melapor.  Dengan demikian rumah yang ditinggalkan dapat diawasi dan dijaga kepling guna menghindari terjadinya pencurian.

Untuk Kadis Pencegah dan Pemadam Kebakaran,  Wali Kota mengistruksikan untuk siaga 24 jam baik personel maupun mobil pemadam kebakaran. Diminta tidak satu pun personel yang diizinkan cuti.   Hal ini dilakukan untuk cepat memberikan bantuan pemadaman ketika terjadinya kebakaran.

Selain petugas Dinas P2K,  Wali Kota juga tidak mengizinkan seluruh pejabatnya cuti, termasuk camat dan lurah. Mereka di minta tetap berada di tempat, mana tahu sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memberikan bantuan. Khusus camat dan lurah, mereka harus ikut serta dalam  pos pengamanan (pospam) yang ada di wilayahnya masing-masing.  Di samping itu mereka juga harus ikut patroli bersama dengan petugas Polri dan TNI dalam memberikan pengamanan, termasuk mengawasi rumah warga yang ditinggal mudik.

“Jangan sempat  saya mendengar  ada camat maupun lurah yang tidak pernah sekali pun  mendatangi pospam.  Camat dan lurah harus bertanggungjawab dengan keamanan wilayahnya masing-masing, jangan menyerahkan tanggungjawab itu kepada petugas dari Polri dan TNI. Saya langsung mengawasinya!” tegasnya.

Selanjutnya, Kadis Kesehatan Kota Medan diperintahkan untuk mengerahkan seluruh mobil ambulan yang ada. Ambulan yang berada di puskesmas untuk sementara ditarik dulu dan ditempatkan di pospam yang ada.  Untuk 2 pospam, harus tersedia satu mobil ambulan lengkap dengan paralatan, obat-obatan dan petugas medis. Dengan begitu apabila ada warga yang membutuhkan pertolongan medis dengan cepat bisa dilayani.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: