Bebaskan Tembung dari Banjir, Wali Kota Tinjau Pengorekan Drainase

barometersumut.com/Medan

Komitmen Wali Kota Drs H Rahudman Harahap MM untuk membebaskan Kecamatan Medan Tembung  dari masalah banjir tidak main-main. Sejumlah langkah dan upaya terus dilakukan sehingga persoalan banjir yang selama ini dialami warga setiap kali hujan turun selama setengah jam ini dapat teratasi. Salah satunya dengan melakukan pengorekan parit dan pengerukan sendimen tanah dari drainase yang ada karena sudah lama tidak dilakukan pengorekan.
        
“Akhirnya kita harus kembali kepada drainase konvensional yang ada. Drainase itu kita gali kembali, sedangkan di bawah gorong-goronya kita bersihkan dari sendimen tanah maupun lumpur yang telah lama menumpuk. Nanti dari Jalan Letda Sujono ini, kita buat dua pembuangan air  ke parit yang berada di pinggir jalan tol. Ditambah lagi dengan dibukanya jalur air. Dengan demikian volume air ketika hujan turun akan tertampung,” kata wali Kota ketika meninjau pengorekan parit dan drainase di Jalan Letda Sujono sampai sekitar jembatan tol, Selasa (7/8/2012).

Menurut Wali Kota, jalan yang dibuat disekitar jalan tol tidak memiliki peranan dalam mengatasi persoalan banjir yang acapkali terjadi di kawasan itu. Keberadaan parit hanya untuk menampung air yang jatuh dari jembatan tol. “Jadi untuk mengatasi masalah banjir di kawasan ini, drainase konvensional harus kita aktifkan kembali,” jelasnya.

Dijelaskan Wali Kota, penyebab terjadinya banjir di kawasan itu karena pembangunan drainase yang dilakukan, termasuk ketika pembangunan jalan tol ada yang menutup jalur air  dari drainase yang ada sebelumnya. Apalagi ketika dilakukan pembangunan ketika itu terlalu membanggakan proyek MUDP. Ternyata proyek itu tidak
menghasilkan manfaat yang berarti bagi kota ini. “Untuk mengatasinya, maka parit-parit maupun drainase buatan jaman Belanda harus diaktifkan dan dibenahi kembali,” ungkapnya.

Untuk pengorekasn parit dan drainase itu, Wali Kota minta kepada Plt Camat Medan Tembung Khairuddin Lubis untuk lurah, kepala lingkungan dan warganya untuk ikut bergotong royong memberishkan parit dan drainase. Artinya, tidak hanya menitikberatkan pengorekan kepada Dinas Bina Marga. “Saya harapkan besok sudah dilakukan, saya tidak main-main! Saya akan pantau langsung,” tegasnya.

Lebih lanjut Wali Kota mengungkapkan, sejauh ini masih ada 19 titik lagi yang harus dibenahi dalam mengatasi masalah banjir di Kota Medan, salah satunya kawasan Medan Sunggal. Untuk mengatasi masalah banjir di tempat itu, seluruh air pembuangan harus dialirkan ke Sungai Berdera. Karenanya, pihaknya akan  segera melakukan pembenahan untuk mengatasi masalah banjir tersebut.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: