Medan Butuh 3.000 Kantong Darah Perbulan

barometersumut.com/Medan

Kota Medan membutuhkan  lebih kurang 3.000 kantong darah setiap bulannya. Kebutuhan ini mulai dapat terpenuhi, sebab setiap harinya  Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan berhasil mengumpulkan 100 kantong darah. Namun berhubung saat ini bulan puasa, perolehan kantong darah itu drastis berkurang.

Hal ini terungkap ketika Ketua Pergantian Antar Waktu (PAW) PMI Kota Medan periode 2008-2015 Musa Rajekshah alias Ijeck bersama pengurus lainnya beraudiensi  dengan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM di Balai Kota Medan, Senin (6/8/2012). Selain  bersilaturahmi, kunjungan ini dilakukan untuk memperkenalkan kepengurusan yang baru sekaligus memaparkan program kerja ke depannya.

Dijelaskannya, kepengurusan PAW PMI Kota Medan baru  Mei  lalu menerima Surat keputusan (SK). Walaupun berstatus PAW sampai  2013  namun mereka sudah bekerja. Salah satunya melakukan audiensi dengan Wali Kota seraya menyampaikan program-program kerja yang akan dilakukan. Di samping itu terus mensosialisasikan kepada masyarakat manfaat donor darah bagi kesehatan maupun orang lain.

Berkat sosialisasi yang dilakukan itu, kebutuhan 3.000 kantong darah yang dibutuhkan Kota Medan setiap bulannya mulai terpenuhi. “Alhamdulillah, setiap harinya kita berhasil mendapatkan 100 kantong darah.  Hanya saha berhubung saat ini bulan ramadhan, perolehan kantong darah drastis menurun,” ungkapnya.

Untuk terus memenuhi kebutuhan akan darah itu, Ijeck mengaku pihaknya akan memasuki kecamatan, sekolah sampai perguruan tinggi. Hal itu dilakukan untuk membantu PMI mensosialisasikan kepada masyarakat akan manfaat donor darah maupun kepada orang lain. Dengan sosialisasi yang dilakukan, masyarakat dengan suka rela dan penuh keikhlasan mendonorkan darahnya.

Kepada Wali Kota, Ijeck juga minta dukungan dalam membentuk pengurus PMI di masing-masing kecamatan.  Rencana itu akan direalisasikannya usai Lebaran. Sebelum pelantikan pengurus PMI Kecamatan dilakukan,  seluruh pengurus akan dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberi pelatihan. “Untuk itu kami minta dukungan Wali Kota,” harapnya.

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Drs Darusalam Pohan dan Kadis Kesehatan Dr Edwin Effendi  menyampaikan apresiasi dengan kepengurusan PAW PMI Kota Medan di bawah kepemimpinan Ijeck. Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru ini, Wali Kota berharap persoalan terkait kekurangan darah yang selama ini dikeluhkan dapat teratasi. Terutama bagi masyarakat kurang mampu, terkadang sulit mendapatkan kantong darang.

Kemudian Wali Kota emngingatkan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemko Medan untuk ikut menjadi anggota tetap donor darah PMI Kota Medan. “Sebagai Wali Kota, saya merupakan pendonor darah tetap di PMI Kota Medan. Hampir tiga bulan sekali, saya pasti mendonorkan darah.Jadi tidak hanya pegawai, saya juga mengharapkan agar masyarakat juga mau mendonorkan darahnya. Ini merupakan amal bagi kita, sebab membantu orang yang sangat membutuhkannya,” kata Wali Kota.

Terkait dengan keinginan pembentukan pengurusan PMI tingkat kecamatan, sekolah dan perguruan tinggi, Wali Kota langsung menyampaikan apresiasi dan dukungannya. Diharapkannya, langkah yang dilakukan Ijeck itu   mampu untuk mengatasi persoalan kekurangan darah yang selama ini terjadi.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: