Wali Kota Janji Jaga Terus Kestabilan Harga

barometersumut.com/Medan

Memasuki  hari  ketiga  belas bulan Ramadhan 1433 H, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di  sejumlah pasar  tradisional Kota Medan masih dalam kondisi normal. Begitu juga  dengan harga daging, baik  ayam, kambing maupun sapi  serta sayur-sayuran  masih  seperti  biasa. Artinya, tidak mengalami kenaikan yang  signifikan. Malah harga cabai merah mengalami penurunan sangat tajam, sebelum puasa sempat  berada di kisaran harga Rp.40.000 perkilogram tapi kini  hanya Rp.24.000 perkilogram.

Demikian hasil  pemantauan  harga yang dilakukan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM  bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan di pasar tradisional Petisah dan Sikambing Medan, Kamis (2/08/2012). “Meski harga tetap stabil namun kita harus tetap waspada. Jangan menjelang Lebaran tiba,  harga tiba-tiba melonjak naik akibat terjadinya penimbunan-penimbunan,” kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota,  penurunan harga yang terjadi  seperti cabai karena  saat di Tanah Karo sebagai sentra penghasil cabai sedang panas sehingga hasil produksi kurang maksimal.  Di tengah kondisi itu pasokan cabai merah dari Pulau Jawa dan Aceh masuk. Hal ini menyebabkan harga cabai tidak hanya normal tetapi mengalami penurunan drastis.

“Malah menurut salah seorang pedagang, tadi pagi ketika melakukan pembelian cabai merah, harganya  cuma Rp.20.000 perkilogram. Tentunya pedagang itu akan menjual  cabai merah dengan harga lebih murah lagi,”   ungkapnya.

Selain harga relatif normal, seluruh pasokan baik bahan kebutuhan pokok, daging maupun sayur-sayuran sejauh ini masih aman. Apalagi beras, harganya juga masih stabil. Ditambah lagi pihak Bulog juga setiap harinya menyediakan beras premium di beberapa pasar tradisional dengan harga relatif sangat murah yakni di bawah kisaran Rp.7.500 perkilogram. Tentunya kehadiran beras premium ini sangat membantu sekali bagi warga  menengah ke bawah.

Melihat  kestabilan harga ini, Wali Kota menegaskan akan terus menjaganya dengan terus menggelar pasar murah,  melakukan pemantauan  dan mengontrol  para distributor dengan terus menerus turun langsung ke lapangan sehingga kestabilan harga tetap terjaga.

“Apalagi Kota Medan kini menjadi  ukuran bagi daerah lain terkait  inflasi dan devaluasi  harga. Sekarang Kota Medan 83 persen menentukan inflasi di Sumatera Utara. Artinya, kalau Medan bagus maka kondisi inflasi di Sumatera Utara juga bagus,” jelas Wali Kota yang diamini langsung Ketua Tim Kerja TPID Michael Budi Satrio dari Bank Indonesia dan Agus dari Subdivre Bulog Kota Medan

Kemudian, Wali Kota minta kepada seluruh distributor untuk mengeluarkan seluruh  stok bahan kebutuhan pokok sehingga tidak dilakukan penyimpanan-penyimpanan barang. Hal itu sangat penting dalam menjaga kestabilan harga. Dengan demikian masyarakat  yang melaksanakan ibadah puasa dan menyambut Lebaran merasa lebih tenang lagi.

Pasar Petisah yang pertama kali dikunjungi Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi  beserta TPID Kota Medan didampingi sejumlah pimpinan SKPD terkait.  Sejumlah pedagang sayuran, daging maupun penjual bahan kebutuhan pokok  ditemui  Wali Kota untuk menanyakan harga, termasuk berkomunikasi dengan beberapa warga yang tengah berbelanja.

Setelah itu Wali Kota bersama TPID menuju Pasar Sikambing. Hal sama dilakukan orang nomor satu di Kota Medan. Di tempat itu, pedagang bahan kebutuhan pokok masih mengeluhkan harga gula pasir yang masih berada di level Rp.13.000 perkilogram. Beberapa pedagang emas, juga disamperin Wali Kota untuk menanyakan tingkat belui maupun jual masyarakat terkait dengan mendekatinya Lebaran.

Usai meninjau Pasar Sikmabing, Wali Kota berserta rombongan  mengunjungi Lotte Mart di Jalan Gatot Subroto. Peninjauan itu dilakukan untuk membandingkan harga yang ada di pasar tradisional dengan pusat perbelanjaan tersebut. Ternyata dari tempat itu ditemukan disparitas harga gula pasir hampir Rp.1.000 perkilogram. Di Lotte Mart, harga gula pasir  terendah hanya Rp.12.085 perkilogram.

Tidak hanya pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan,  pabrik pembuatan tahu di Jalan Rumah Potong Hewan Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli juga tak luput dari peninjauan Wali Kota. Hal itu dilakukan untuk melihat langsung produktifitas pabrik tahu yang  murni  dilakoni  pelaku Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah melejitnya harga kedelai.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: