Wali Kota Ingin Daging Asal RPH Dibuat Lebel

barometersumut.com/Medan

Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Kota Medan harus benar-benar menjadi rumah potong yang higienis dan daging dihasilkan melalui proses pemotongan halal dan sehat sehingga sangat layak konsumsi. Di samping itu bisa menjadi rumah potong yang mampu mendistribusikan seluruh  kebutuhan daging di Kota Medan. Untuk itu setiap daging yang berasal dari RPH akan diberi lebel.

Harapan ini disampaikan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM ketika meninjau PD RPH di Jalan Rumah Potong Hewan Mabar, Selasa (31/7), sekitar pukul 23.30 WIB.  Dalam kunjungan ini Wali Kota ingin melihat cara kerja alat pemotongan berstandar internasional yang baru-baru ini di-launching. Selain itu dia juga ingin mengetahui ketersediaan daging selama Ramadhan dan mengahadapi Hari Raya Idul Fitri 1433 H.

Dengan menggunakan alat itu, sapi yang akan disembelih tidak perlu diikat-ikat lagi. Begitu masuk dalam alat itu, sapi maupun kerbau yang  hendak disembelih tidak mampu bergerak lagi. Setelah itu alat dimiringkan sampai sapi maupun kerbau dalam posisi rebah seperti hendak dipotong. Barulah tukang potong menyembelih sapi maupun kerbau dengan pisau yang sangat tajam.

Proses penyembelihan ini sangat cepat sekali. Begitu sapi dipastikan sudah tidak bernyawa lagi, alat tadi dilepaskan. Bersamaan itu sapi jatuh dan ditampung kereta sorong yang ada di bawahnya. Lalu, sapi itu selanjutnya dikuliti oleh dua orang pekerja yang sangat trampil untuk kemudian diprosesing sehingga menjadi daging.

Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri serta sejumlah pimpinan SKPD merasa  puas dengan seluruh proses yang diperlihatkan tersebut. “Kita berharap rumah potong ini mampu mendistribusikan seluruh kebutuhan daging di kota ini. Walaupun masih ada tempat pemotongan hewan liar, kita akan lakukan penertiban sehingga daging yang masuk ke pasar benar-benar daging dari RPH,” tegas Wali Kota.

Menurut Wali Kota, PD RPH kini telah melakukan kerjasama dengan berbagai persatuan pemotongan hewan maupun pihak penggemukan sapi sehingga tidak ada halangan lagi sapi masuk dari Australia maupun Pulau Jawa. Untuk itu Wali Kota berharap agar Dirut PD Pasar bisa mengembangkan lagi perusahaan tersebut.

Pada kesempatan itu Wali Kota juga menyampaikan rencananya untuk menghentikan pasokan daging dari tempat lain. Artinya, daging yang masuk ke pasaran di Kota Medan harus berasal dari PD RPH.  Karenanya, perlu dilakukan langkah-lagkah persiapan sehingga keinginan itu dapat diwujudkan.

Terkait dengan kesiapan stok daging selama Ramadhan dan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1433 H, Wali Kota memastikan aman. “Stok daging  sampai menghadapi Hari Raya Idul Fitri tidak ada masalah. Malah untuk menghadapi hari Raya Idul Adha, PD RPH pun sudah menyiapkannya,” ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, setiap harinya ratusan ekor hewan baik itu sapi, kerbau, kambing maupun babi masuk Kota Medan sehingga kota ini tak akan pernah kekurangan stok daging. Kondisi ini menyebabkan frekuensi penyembelihan di PD RPH semakin meningkat. Sebelumnya, satu hari hanya dua sampai tiga ekor saja yang disembelih namun kini mencapai 40-45 ekor. Malah jelang dua hari bulan puasa tiba, pemotongan sapi mencapai 98 ekor per-harinya. Pertambahan penyembelihan membuat penghasilan PD RPH meningkat. Itu sebabnya PD RPH saat ini sudah bisa menghidupi dirinya sendiri. Karenanya, Wali Kota ingin lebih dari itu. “Sebagai perusahaan milik daerah, PD Pasar harus memberikan kontribusi bagi PAD Kota Medan,” harapnya.

Selain itu, ungkapnya, langkah yang saat ini tengah dilakukan PD RPH adalah melakukan kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan untuk membuat label halal bagi setiap daging dari PD RPH. Dengan demikian  masyarakat tidak perlu was-was lagi membeli dan mengkonsumsinya.

Sementara itu Dirut PD Pasar Putrama Al Khairi menjelaskan, hewan yang dipotong di RPH sdaat ini berasal dari PT Andalas langkat dan PTV Aldira, selebihnya berasal dari sapi-sapi local. Setiap harinya pemotongan sapi berkisar 40-45 ekor, sedangkan hewan babi yang dipotong setiap harinya berjumlah 120 ekor berasal dari Tiga Runggu.

Untuk kapasitas pemotongan di PD RPH dalam rangka memenuhi kebutuhan daging bagi warga Kota Medan, Putrama mengaku cukup baik, lokasi pemotongan pertama (stainming box) mencapai 100 ekor perhari, lokasi pemotongan kedua (staining gun) sebanyak 75 ekor perhari, sedangkan lokasi pemotongan ketiga (permotongan alami) mencapai 50 ekor perhari.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: