Muslim Rohingnya di Medan “Kami Diperlakukan Seperti Kuli,Tidak Bisa Puasa dan Sholat Semoga Indonesia Bisa Menerima”

barometersumut.com/Medan

Persoalan warga Muslim Rohingnya selain menjadi sorotan tajam dunia Internatisional saat ini,termasuk Negara Indonesia mendesak OKI agar mengambil sikap tegas.Tetapi para Muslim Rohingnya ini juga harus lari dari Negara,dimana sasaran utama mereka Indonesia untuk mencari perlindungan.

Saat ini terdapat 26 pengungsi Muslim Rohingnya di  Rumah Detensi  Imigrasi  (Rudenim) Belawan,yang umumnya merasa adanya ketidak adilan diterima.Para Muslim Rohingnya ini  terpaksa lari meninggalkan  tempat tinggalnya di   negara bagian Rakhine Utara, Myanmar Barat karena tidak tahan menghadapi  perlakuan diskriminatif dan tindakan kekerasan.

“Kami  diperlakukan sangat diskriminatif, tidak boleh meninggalkan wilayah tempat tinggal kami.  Sudah itu kami juga diperlakukan seperti kuli, setiap harinya disuruh kerja. Jika itu tidak dilaksanakan, kami mendapatkan  tindak kekerasan. Sudah itu di bulan puasa, kami gtidak diperkenan puasa dan melaksanakan shalat,” kata M Jamin dengan terisak saat beberapa pejabat termasuk Walikota Medan,Rahudman Harahap saat itu hadir melihat.

Akibat tidak tahan menerima perlakuan seperti itu, pria yang mengaku pernah beberapa tahun bekerja di Malaysia sehingga fasih berbahasa Melayu ini  pun  membawa istri dan keluarganya  mengungsi. Dengan menggunakan perahu, mereka bersama beberapa warga Muslim Rohingya lainnya nekat menyebarangi lautan yang ganas  sampai akhirnya tiba di Belawan.

Setelah  di Belawan, mereka pun menyerahkan diri  dengan kesadaran  penuh kepada  pihak imigrasi  agar diberi diperlindungan.“Kami minta perlindungan di negara (Indonesia,red) ini. Kami sudah tidak tahan lagi menerima perlakuan diskriminatif dan tindak kekerasan di tempat asal kami. Kami sudah tidak punya apa-apa lagi, saudara-saudara kami sudan dibantai semua sebulan lalu,” paparnya terisak.

Di tengah M Jamin menuturkan kisahnya yang memilukan itu, baik  istri maupun  rekan-rekannya  yang  lain juga menyiratkan rona wajah sedih.  Hanya saja rasa sedih itu tak bias disampaikan dengan kata-kata, karena istri maupun rekan-rekan M Jamin  tak satu pun  yang  bisa berbahasa  Indonesia seperti  M Jamin kecuali bahasa ibu.  Ada satu yang bisa bahasa Inggris, dia pun menuturkan kisah  pilu yang  tak jauh beda dengan cerita M Jamin.

Menurut M Jamin, jumlah mereka  yang  mengungsi  dan saat ini berada di Rudenim Belawan  26 orang, 16 pria dan 5 wanita, selebihnya anak-anak. “Jadi kita sekarang menunggu apa yang akan diputuskan oleh pemerintah Indonesia. Apapun yang diputuskan nanti pasti kita kita terima,” ungkapnya dengan nada lirih.

Sedangkan,Wali kota didampingi Wakil Wali Kota H Dzulmi Eldin serta Plt Kepala Rudenim Belawan P Sinaga  mengatakan,  kunjungan ini dilakukan untuk mengecek kondisi para pengungsi Muslim Rohingya. Sebagai kepala pemerintahan di Kota Medan, dia  akan mencoba memberikan sedikit perhatian melalui Kepala Rudenim Belawan, terutama bagi yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Kemudian Wali Kota berharap segera dilakukan penyelesaian antar negara, sehingga para pengungsi dapat kembali ke negaranya. Wali Kota mengaku sangat prihatin mendengar kisah pelarian para pengungsi. Dengan berjibaku, mereka menyeberangi lautan hanya menggunakan perahu sehingga sampai Belawan.

“Saya sangat prihatin. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Imigrasi yang telah memfasilitasi dengan baik. Mudah-mudahan ini  segera dibawa ke forum yang lebih resmi. Minimal mereka selama berada di sini, kita bantu dan tangani dengan baik, “ harapnya.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: