Sambut Bulan Suci Ramadhan Stok Sembako Masih Aman

barometersumut.com/Medan

Stok kebutuhan bahan untuk warga Kota Medan, terutama minyak goreng, tepung terigu dan  gula selama Ramadhan sekaligus  menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1433 H dipastikan aman.  Untuk itu masyarakat diharapkan tidak resah dan tetap tenang serta khusuk dalam menjalankan ibadah puasa. Sedangkan kepada para pedagang eceran, terutama di pasar-pasdar tradisional agar tidak menaikkan harga apalagi sampai menimbun barang.

Kepastian ini diperoleh setelah Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM bersama Tim Pengendalian  Inflasi daerah (TPID)  meninjau  pabrik minyak goreng  milik PT Musimas di Jalan Kol Yos Sudarso, gudang penyimpanan gula dan tepung terigu di Jalan Cemara serta gudang penyimpanan bahan-bahan pokok untuk pasar murah di 151 titik di Kota Medan yang dipusatkan di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Medan, Senin (30/7/2012).

Dalam peninjauan di PT Musimas, Julius selaku humas perusahaan menjelaskan pihaknya sampai saat ini memiliki stok lebih kurang 1.000 ton minyak goreng. Sedangkan produksi minyak kemasan (minyakita) dan minyak curah setiap harinya 2.500 ton. Karenanya, dia sangat optimis kebutuhan warga akan konsumsi minyak goreng  sebanyak 6 ton setiap harinya dapat terpenuhi, termasuk selama Ramadhan sampai Hari Raya Idul Fitri 1432 H . “Jadi kita pastikan stok minyak goreng aman,” kata Julius.

Ketika melakukan peninjauan, Wali Kota yang turut didampingi Asisten Ekbang Ir Qamarul Fatah serta sejumlah pimpinan SKPD terkait di lingkungan Pemko Medan melihat langsung stok minyak goreng baik curah maupun kemasan (minyakita) serta proses packing yang dinilai cukup higienis sehingga sangat layak konsumsi bagi masyarakat. Selain itu Wali kota juga melihat produksi sabun cuci batangan yang juga diproduksi PT Musimas.

“Itu sebabnya seluruh minyak goreng yang dijual di 151 titik pasar murah di Kota Medan adalah minyakita. PT Musimas ikut membantu mensubsidi harga sehingga harga jual minyakita di pasar murah Rp.9.700 perliter, sedangkan harga di pasaran berkisar Rp.11.000-12.000per-liter. Tentunya ini sangat membantu sekali,” jelas Wali Kota.                        

Setelah itu Wali Kota bersama Ketua Tim Kerja TPID Michael Budi Satrio dari Bank Indonesia dan Agus dari Subdivre Bulog Kota Medan meneruskan peninjauan ke gudang distributor penyimpanan tepung terigu dan gula pasir. Di tempat itu ketersediaan stok tepung terigu dan gula pasir untuk warga Kota Medan mencukupi.

Menurut Wali Kota, kebutuhan warga akan gula pasir perharinya sebanyak 51 ton, sedangkan tepung terigu 5 ton perhari. Dari peninjauan yang dilakukan, stok kedua bahan pokok itu dipastikan aman. Hal itu dibenarkan Suwardi, penanggung jawab gudang, stok gula pasir dan tepung terigu dipastikannya aman. “Kita siap salurkan gula pasir dan tepung terigu sesuai dengan yang dibutuhkan,” jelas Suwardi.

Kemudian peninjauan diteruskan ke gudang penyimpanan bahan pokok yang akan dijual di 151 titik pasar murah di Gelanggang Remaja. Selain melihat ketersediaan bahan kebutuhan pokok, Wali Kota juga melihat kesiapan personel untuk melayani kebutuhan bahan pokok di 151 titik pasar murah. Di kesempatan itu orang nomor satu di Pemko Medan juga sempat mengecek loket pembukuan  pasar murah. Ternyata transaksi  penjualan setiap harinya bisa mencapai Rp.700 juta-800 juta bahkan tembus Rp. 1 miliar.

Fakta di lapangan pun sangat mendukung, animo warga untuk membeli bahan kebutuhan pokok di pasar murah yang telah disediakan di setiap kecamatan sangat tinggi, setiap harinya jumlah pembeli yang datang terus meningkat. Terbukti , selama 12 hari sejak pasar murah dioperasikan seminggu jelang bulan Ramadhan, perputaran uang telah mencapai Rp.12 miliar.

Untuk itu Wali Kota berharap kepada stakeholder maupun BUMN yang membuat pasar murah dadakan untuk satu atau dua hari agar menyesuaikan dengan pasar murah yang dibuat Pemko Medan, sehingga tidak membingungkan masyarakat.

Kemudian, dia juga menghimbau kepada seluruh pedagang eceran, terutama di pasar-pasar tradisional milik pemerintah agar tidak menaikkan harga yang berlebihan dan tidak menimbun barang.   Terkait mengenai penimbunan barang, Wali Kota mengungkapkan pihaknya telah menggunakan satgas guna mencegah terjadinya kel;angkaan bahan kebutuhan pokok di pasaran.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: