Walikota Medan “Marah” Proses E –KTP di Medan Perjuangan dan Medan Tembung Lamban

barometersumut.com/Medan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM  melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Camat Medan Perjuangan Jalan Pendidikan dan Kantor Camat Medan Tembung Jalan Kapten M Jamil Lubis Medan, Jumat (27/7).  Sidak ini dilakukan untuk melihat langsung sejauhmana proses penyaluran Elektronik KTP (E-KTP) kepada masyarakat.

 

Hal itu dilakukan karena kedua kecamatan  tersebut paling lambat dalam menyalurkan E-KTP.  Meski sudah hampir tiga minggu proses penyaluran dilakukan namun jumlah E-KTP yang disalurkan kepada masyarakat masih relatif kecil.

 

Menurut Wali Kota, keterlambatan ini ditengarai akibat warga belum mendapatkan undangan untuk mengambil E-KTP di kantor camat. Dia yakin jika warga sudah mendapatkan undangan itu, pasti datang untuk mengambilnya di kantor camat. Untuk itu Lurah diharuskan melakukan pengawasan terhadap para kepala lingkungan di wilayahnya masing-masing.

 

“E-KTP merupakan program nasional. Jadi saya tidak mau terjadi keterlambatan dalam menyalurkannya kepada masyarakat. Di tingkat bawah masih berbelit-belit, karenanya lurah harus bisa mengawasinya. Pastikan undangan yang disampaikan kepling itu benar-benar sampai ke tangan masyarakat. Jadi penyerahan undangan dari kepling kepada masyarakat harus disertai dengan tanda terima. Jangan ada kesan masyarakat dipersulit,” tegas Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi di Kantor Camat Medan Perjuangan.

 

Itu sebabnya  Wali Kota dan Wakil Wali Kota didampingi  Kepala Inspektorat Drs Farid Wajedi MSi, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Muslim begitu tiba di Kantor Camat Medan Perjuangan, melihat banyak warga yang antri untuk mengambil E-KTP. Pemandangan ini tentu saja mengherankan Wali Kota, sebab proses verifikasi untuk memastikan KTP itu benar-benar milik warga yang bersangkutan tidak lama. Hal itu dibutikan ketika Wali Kota minta salah seorang warga untuk melakukan verifikasi, waktunya hanya 2 menit.

 

“Jadi 10 menit lagi waktu berbuka puasa tiba,  masyarakat masih sempat untuk mengambil E-KTP di kantor camat.  Jangan ada prinsip masyarakat yang butuh kita, tetapi kitalah yang membutuhkan masyarakat. Inilah prinsip pelayanan yang terbaik. Saya ingin prinsip ini diterapkan dalam penyaluran E-KTP,”  ungkapnya.

Itu sebabnya  Wali Kota langsung memerintahkan Camat Medan Perjuangan Rahmat Harahap untuk  mengumpulkan lurah di ruang kerjanya. Setelah seluruh lurah berkumpul, Wali Kota langsung  me-warning para lurah untuk benar-benar menyalurkan E-KTP. Diingatkannya, penyaluran E-KTP jangan dikait-kaitkan dengan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

 

“Sekali lagi saya tegaskan, penyaluran E-KTP tidak ada kaitannya dengan pelunasan PBB.  Jangan sampai saya mendengar penyaluran E-KTP ada yang dipersulit atau sengaja mengulur-ulur waktu. Hilangkan sifat-sifat seperti itu. Untuk itu saya minta Kepala Inspektorat turun untuk mengetahui penyebab keterlambatan penyaluran E-KTP kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Selain lurah, Wali Kota juga mengingatkan camat bahwasannya keterlambatan ini juga tanggung jawab camat selaku kepala wilayah. Untuk itu Camat diminta benar-benar melakukan pengawasan sehingga penyaluran E-KTP secepatnya selesai.  “Saya beri waktu dua minggu kepada camat untuk segera menyelesaikan penyaluran E-KTP. Tidak hanya Camat Medan Perjuangan, tapi camat lainnya,”  perintahnya.

 

Untuk Kecamatan Medan Perjuangan, jelas Wali Kota, E-KTP yang sudah selesai dari pusat dan diserahkan kepada pihak kecamatan berjumlah 24.000, sedangkan yang  sudah disalurkan kepada masyarakat baru 600. Karenanya, Wali Kota sangat menyesalkan sekali keterlambatan  tersebut. Padahal  pusat akan mengirimkan lagi E-KTP yang sudah selesai.

 

“Jumlah warga yang telah melakukan perekaman data untuk E-KTP adalah 1,2 juta. Dari jumlah itu, 400.000 E-KTP yang sudah selesai dan telah dibagikan kepada masing-masing kecamatan di Kota Medan. Sebentar lagi, E-KTP lainnya akan selesai dari pusat. Untuk itu kita minta 400.000 E-KTP yang sudah selesai ini harus secepatnya dibagikan,” paparnya.

 

Sedangkan Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi minta agar mekanisme penyaluran E-KTP di kantor Camat Medan Perjuangan dirubah. Sebab, sistem yang ada saat ini memicu terjadinya penumpukan warga karena terlalu bertele-tele. “Sistem penyaluran yang ada saat ini harus dirubah guna menghindari antrian warga,” saran  Eldin.

 

Setelah itu Wali Kota bergerak menuju Kantor Camat Medan Amplas. Di tempat itu, penyaluran E-KTP baru 1.200 dari 50.222 yang diterima. Sama seperti yang dilakukan di Kantor Camat Medan Perjuangan, Wali Kota juga memerintahkan Camat Medan Tembung untuk mengumpulkan lurahhnya untuk diberikan arahan.

 

“Saya minta lurah untuk memastikan kepling benar-benar menyampaikan undangan pengambilan E-KTP  kepada masyarakat. Jika ada kepling yang bermasalah, segera ganti. Kita ingin kepling yang benar-benar bekerja. Kepling bukan untuk kepentingan kelompok tetapi demi kepentingan masyarakat,”  ujarnya mengingatkan.

Sementara itu Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Muslim menjelaskan, kecamatan yang paling banyak menyalurkan E-KTP adalah Kecamatan Medan Marelan. Dari 30.000 E-KTP yang telah selesai, sudah 8.000 yang disalurkan kepada masyarakat. Padahal menurutnya, proses verifikasi sangat cepat sekali.  Jika benar-benar dilakukan, satu hari minimal 750 E-KTP bisa disalurkan kepada masyarakat.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: