Kinerja Jajaran SKPD Pemko Medan Masih “Buruk”

barometersumut.com/Medan

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota hingga saat ini masih menunjukan kinerja yang belum maksimal dan tidak menunjukan kinerja yang memuaskan.Hal ini terungkap dalam rapat  Evaluasi  Capaian Kinerja Program/Kegiatan SKPD Teriwulan II Tahun Anggaran 2012 di  Hotel Grand Aston,  Rabu (11/7).
 
Didalam rapat evaluasi tersebut,orang nomor satu di Kota Medan,yang juga merupakan Walikota Medan,Rahudman Harahap mengkritik beberapa kinerja SKPD Pemko Medan.Dimana,kritikan pedas ditunjukan kepada  kinerja Kadis Bina Marga. Berdasarkan pengamatan pengamatan  yang dilakukan, kondisi jalan belakangan ini mulai tidak terkendali. Artinya, jalan belubang mulai ditemui di sejumlah ruas jalan di Kota Medan.
 
Di samping itu perawatan drainase hasilnya dinilai masih jauh  dari yang diharapkan  karena  pengerjaanya terkesan tidak terprogram dan asal jadi.  Sebagai contoh pengorekan parit, lumpur dibiarkan menumpuk di atas trotoar. Padahal trotoar itu baru selesai diperbaiki.
 
Bahkan juga disoroti persoalan banjir yang acapkali terjadi di  tiga kelurahan di Kecamatan Medan Tembung, terutama kawasan Jalan Letda Sujono. “Saya beri kesempatan dua Minggu kepada Kadis Bina Marga untuk  bisa mengatasi persoalan banjir di tiga kelurahan di Kecamatan Medan Tembung, terutama kawasan Jalan Letda Sujono. Carilah solusi untuk mengatasinya!” tegas Rahudman.
 
Sedangkan,Dinas Pertamanan, sang Kadis Pertamanan  diminta untuk siaga penuh menyikapi cuaca ekstrim seperti saat  ini.Karena, sering  menyebabkan terjadinya hujan deras disertai angin kencang yang rentan menumbangkan pohon-pohon. Untuk itu begitu hujan turun, Kadis Pertamanan harus turun ke lapangan, begitu ada pohon tumbang langsung diatasi sehingga tidak mengganggu ketenangan masyarakat.
 
Mengingat bulan suci Ramadhan segera tiba, Kadis Pertamanan diperintahkan  untuk membuat seluruh perkuburan yang ada  terang benderang pada malam hari. Jadi seluruh perkuburan harus dipasang lampu, begitu juga dengan masjid-masjid harus terang. “Saya tidak mau melihat ada perkuburan dan masjid yang tidak terang pada malam hari,”  ujarnya seraya memerintahkan Dinas Perumahan dan Pemukiman harus memperbaiki  seluruh jalan masuk menuju masjid dan perkuburan sehingga menjadi lebih  baik.
Selanjutnya, giliran kinerja Kadis Kesehatan yang disoroti Wali Kota, terutama mengenai  puskesmas rawat inap. Selama ini Wali Kota mengaku banyak menerima  laporan dari masyarakat bahwasannya puskesmas yang telah ditetapkan untuk rawat inap tidak beroperasi 24 jam. Dia menilai kondisi ini terjadi karena Kadis Kesehatan tidak pernah turun untuk melihat langsung apakah puskesmas rawat inap itu beroperasi 24 jam.
 
Padahal  puskesmas rawat inap ini merupakan salah satu program  prioritas dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Jadi  saya minta kadis Kesehatan untuk turun ke lapangan. Kalau anda tidak turun, bagaimana bias tahu puskemas rawat inap beroperasi 24 jam,” keluhnya seraya berjanji akan segera melakukan penyegaran di jajaran kepala puskesmas.

Meski  Kadis Perhubungan baru beberapa Minggu dilantik, Wali Kota ingin melihat langsung hasil kerjanya dalam menangani masalah perlalulintasan di Kota Medan. Salah satu yang secepatnya harus ditanagani adalah traffic light. Artinya, Wali Kota ingin kondisi seluruh traffic light  di Kota Medan baik. “Saya beri waktu dua minggu untuk melakukanmnya,” tegasnya.

 
Selain traffic light, Wali Kota juga menyoroti masalah parkir . Akibat tidak ditangani dengan baik, parkir menjadi salah satu pemicu terjadinya kemacetan selama ini. Dicontohkannya, kesemrawutan parkir  di  Jalan Perniagaan sehingga membuat arus lalu lintas di kawasan itu tidak pernah lancar. Makanya, harus ditempatkan orang yang sesuai dalam menangani masalah parkir. Di samping itu Wali Kota juga minta  dilakukan penyegaran di Dinas Perhubungan agar  menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi.
 
Atas dasar itulah Wali Kota minta kepada seluruh SKPD, camat, lurah, kepalam puskesmas, kepala cabang dinas dan semua untuk lebih mengenali tugas, fungsi dan tanggungjawab masing-masing. “Kenali tantangan tugas yang ada! Buat alternatif solus dan kembangkan inisiatif. Jangan seperti paku, diketok dulu baru bekerja. Artinya, harus kreatif dan inovatif,” pesannya.

Selai itu Wali Kota juga menegaskan menegaskan rapat evaluasi ini bukan hanya sekedar memperbaharui tekad dan komitmen tetapi harus secara objektif mewujudkan perubahan-perubahan nyata kearah yang lebih baik dan maju lagi. “Oleh karenanya kalau memang tidak bisa  dan tidak mau berubah, dari pada hanya sebagai benalu dan penghalang, siapapun harus kita ikhlaskan untuk tidak bersama-sama kita menjalankan tugas-tugas pemerintahan yang penuh tantangan ini. Sebab, itu aklanm menjadi pengmabat percepatan pemabngunan yang kita harapkan,” tandasnya.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: