Siswa MTAT Malaysia Kunjungi Balai Kota Medan

barometersumut.com/Medan

Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM diwakili Sekda Ir Syaiful Bahri menerima  kunjungan siswa Maktab Turus Angkatan Tentara  (MTAT) Malaysia di Balai Kota Medan. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka melakukan kajian lapangan ke kawasan pertumbuhan ekonomi di segitiga emas Indonesia,  Malaysia dan Thailand.

Menurut Sekda, kunjungan ini memiliki arti dan makna penting. Selain mempererat hubungan bilateral Kota Medan dengan Malaysia, juga sebagai media strategis dalam pertukaran informasi yang dianggap penting untuk seluruh aspek kemajuan pengembangan pertahanan, ekonomi, pendidikan dan kesehatan serta pengembangan sumber daya manusia kedua belah pihak.

“Secara geografis Indonesia, Malaysia dan Thailand berbatasan secara langsung sehingga dimungkinkan adanya pengintegrasian secara social ekonomi. Karenanya, ketiga Negara memiliki peluang dan potensi yang cukup besar untuk menjadi mesin pertunmbuhan asecara regional. Kerjasama social ekonomi yang digerakkan melalui kerjasama antar kota dinilai cukup prospektif dan masih harus ditingkatkan dengan prinsip saling menguntungkan,” kata Sekda.

Di hadapan siswa MTAT yang diketuai Kapten Khoo Eng Watt  dari Tentara Laut Diraja Malaysia, Sekda juga memaparkan Kota Medan saat ini berkembang cukup dinamis. Pertumbuhan ekonominya taun 2011 mencapai 7,9 persen dengan PDRB kota sebesar Rp.93,11 triliun.  Diikuti dengan tingkat inflasi yang terkendali yakni 3,54 ;persen. Selain itu Kota Medan juga mampu meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.

Kondisi ini, lanjutnya, menyebabkan pendapatan asli daerah untuk tahun anggaran 2012 mencapai Rp.1,4 triliun dari total APBD di tahun yang sama  sebesar Rp.3,8 triliun. Inilah yang menjadikan ibukota provinsi Sumatera Utara ini menjadi salah satru kota yang memiliki iklim investasi sangat menjanjikan.

Dijelaskannya lagi,  Kota Medan saat ini berpenduduk lebuh kurang dari 2,8 juta jiwa dengan komposisi lebih dari 9 suku yang hidup dengan rukun dan damai sehingga Medan dikenal dengan sebutan kota multicultural kedua terbesar di Indonesia setelah Jakarta.  Sedangkan struktur ekonominya sebagian besar ditopang sektor tersier  yang memberikan kontribusi lebih dari 70 persen terhadap PDRB Kota Medan. “ Faktor inilah semakin menguatkan Kota Medan sebagai pusat perdagangan dan jasa untuk Indonesia bagian barat,”  ungkapnya.

Sementara itu Kapten Khoo Eng  Watt selaku ketu delegasi menjelaskan,  siswa yang berkunjung berjumlah 57 orang  terdiri dari seorang ketua delegasi, 8 dosen dan 48 pasis MTAT  (setingkat Sesko TNI).  Dari jumlah itu, siswa  peserta  MTAT tidak hanya warga negera Malaysia saja tetapi dari beberapa Negara seperti   Sin gapura, XChina, Philipina, Brunei, Indonesia, Timor Leste,  Srilangka dan Pakistan.

Khoo selajuntya menjelaskan, tujuan kunjungan ini dilakukan  guna melakukan kajian lapangan ke kawasan pembangunan ekonomi Indonesia, Malaysia dan Thailand  yang merupakan Growth Triagle (IMT-GT) meliputi Pulau Pinang (Malaysia), Phuket (Thailand) dan Medan. “Selain itu kunjungan ini dilakukan untuk membuat kajian kerjasama pembangunan ekonomi antara Medan dengan Pulau Penang,” jelas Khoo.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: