Rahudman Rombak Kabinet Karena Tak Maksimal Bekerja,Kabinet Baru Ditargetkan 2 Bulan

barometersumut.com/Medan

Secara mendadak,Walikota Medan,Rahudman Harahap merombak kabinetnya baik pejabat pejabat struktural eleson II, III dan IV,Jumat (22/6).Bahkan,para pejabat yang baru tersebut ditargetkan untuk mampu bekerja secara maksimal dalam waktu 2 bulan.
“Kepada pejabat yang baru dilantik, saya beri waktu dua bulan untuk bisa memperlihatkan kinerjanya. Artinya, mereka harus sudah bisa melakukan perubahan. Untuk itu  itu saya minta kepada Wakil Walikota  agar  mengawasinya,”  tegasnya.
Dimana,74 orang pejabat struktural eleson II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan lansgung dirombak.Pergantian yang dilakukan tersebut karena ada sejumlah pejabat yang dinilai kurang maksimal dalam  menjalankan tugas yang telah diamanahkan kepadanya sehingga dikhawatirkan menghambat program Walikota.
Ia mengatakan memasuki tahun ketiga kepemimpinanya,  kinerja pejabatnya harus sudah lari 75 guna mewujudkan seluruh program yang telah dipersiapkan.  Untuk itu tentunya harus dipilih pejabat yang  benar-benar mampu mengikutinya. Sedangkan pejabat yang tidak mampu mengikutinya, harus diganti sehingga seluruh program dapat dijalankan dengan baik. Dengan demikian  masyarakat bisa merasakan langsung hasilnya.
“Ada pejabat yang baru lari 50 saja, sudah  tidak mampu. Bagaimana mungkin mereka bisa mengikuti  lari 75. Untuk itulah dilakukan pergantian ini. Dengan begitu kita selalu dituntut untuk terus belajar berfikir, bersikap dan berprilaku cerdas, penuh integritas, memiliki visi sekaligus target serta komitmen kerja yang terukur dan jelas,” ucap Rahudman.
Dishub Harus Atasi Lalu Lintas
Dalam hal ini,Rahudman juga memberikan amanah kepada Kadis Perhubungan Kota Medan, agar dalam waktu dua minggu harus ada perubahan yang dilakukan terkait perlalulintasan di Kota Medan.
Ia sangat menginginkan agar lalu-lintas di Kota Medan  lancar dan tertib sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Sebagai contoh pada hari Sabtu dan Minggu, tingkat kemacetan lalu lintas  cukup tinggi sehingga rentan dengan kemacetan. Karenanya, Kadishub harus bisa menempatkan anggotan di tempat-tempat fasilitas umum seperti mall maupun plaza.
Di samping itu,ujar Rahudman ,  Kadishub juga harus sudah merancang agar jalan-jalan satu arah. Meski  jarak tempuh yang dilalui semakin jauh namun pengguna jalan akan lebih tenang karena arus lalu lintas lancar. “Saya yakin, saudara adalah sarjana perhubungan. Dengan disiplin ilmu yang anda miliki, berikanlah yang terbaik untuk Kota Medan,” ujarnya kepada Renward sebagai Kadis Perhubungan Kota Medan.
Sedangkan,  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dilantik untuk mampu menangani masalah  gelandangan dan pengemis (gepeng) serta  anak-anak punk. “Saya harap Juni dan Juli ini, gepeng dan anak-anak punk bersih dari Kota Medan,” ujarnya.
 
Dari data yang diperoleh TOPKOTA,beberapa kepala dinas yang dicopot dari jabatannya yakni Darussalam Pohan dari posisi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menjadi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah. Posisinya diisi oleh Muslim Harahap, seorang mantan staf pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan.

Lalu, Qamarul Fattah dari posisi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Kemudian Syarif Armansyah Lubis dirotasi dari Kepala Dinas Perhubungan menjadi Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan, menggantikan Marah Husin Lubis yang diposisikan menjadi staf ahli Walikota Bidang Hukum dan Politik.

Posisi Syarif Armansyah Lubis digantikan oleh Renward Parapat ATD MT yang memang lama dikenal dan aktif di Dinas Perhubungan Kota Medan, lalu Dinas Perhubungan Sumut, Angkutan Darat dan Laut di Belawan, dan terakhir adalah staf pada Badan kepegawaian Daerah. Kemudian, dr Dewi dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama RSUD dr Pirngadi medan, digantikan oleh dr Amran Lubis SPJP yang sebelumnya menduduki posisi Wakil Direktur Bidang Pelayanan Media dan keperawatan rumahsakit tersebut.

Beberapa jabatan lain berupa bongkarpasang pejabat di lingkungan asisten kesekretariatan daerah, serta di lingkungan dinas pendidikan, terutama pada posisi kepala sekolah dan unit pelaksana teknis (UPT) di beberapa kecamatan di Medan. Walikota juga melakukan pergantian beberapa camat, seperti Camat Medan Helvetia yang sebelumnya diduduki M Reza Hanafi Siregar digantikan oleh Arrahaman Pane, yang sebelumnya menduduki posisi Camat Medan Selayang.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: