IGTKI-PGRI Medan Diharap Mampu Mendidik Anak Usia Dini

barometersumut.com/Medan

Kehadiran Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kota Medan diharapkan mampu mendidik dan membimbing anak usia sejak dini, disamping itu juga dapat memotivasi anak-anak bukan saja untuk menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan negaranya akan tetapi juga untuk memacu anak-anak supaya lebih tekun belajar membekali dirinya untuk menyongsong hari depan yang lebih baik.

Hal ini dikatakan Walikota Medan diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan DR Muhammad Rajab Lubis MPD pada acara HUT ke-62 IGTKI-PGRI Kota Medan yang dirangkai dengan gebyar tari kreasi baru guru-guru TK, gerak dan lagu, dongeng, dan sandiwara boneka, Kamis (14/6/2012) di aula Martabe Kantor Gubsu Jalan Dipenogoro Medan.

Acara ini dihadiri oleh Dirlantas Poldasu, sekretyrais IGTKI-PGRI Sumut Sonimah SPd, serta para pengurus, ketua Gabungan Organisasi Pengurus Taman Kanak-Kanak Indonesia Kota Medan Dra Nurhalida SPd beserta para pengurus, KUPT Dinas Pendidikan Kota Medan dan para guru TK.

Dikatakannya, para anak usia dini inilah merupakan harapan masa depan bangsa merekalah kelak sebagai penerus cita-cita bangsa pelanjut pembangunan, pewaris masa depan dan pengemban estapet kepemimpinan bangsa dan negara ini, mereka juga pengagung jawab kelangsungan hidup bangsa dan negaraini dimasa akan dating.

“Anak usia dini ini harus kita bina dengan membimbing lewat pendidikan yang setinggi-tingginya sehingga mereka mempunyai bekal moral dan kualitas SDM yang mampu berkompetensi di era persaingan global, “ ujar M Rajab Lubis.

Lebih lanjut dikatakannya, sejak negara ini merdeka sudah ada TK dan persatuan guru TK, usia yang 62 tahun ini adalah usia yang cukup matang, untuk itulah pemerintah Kota Medan bertekad untuk mendorong, mendukung agar supaya pendidikan taman kanak-kanak ini semakin berkualitas, sehingga lulusan dari TK ini bisa melanjutkan sekolah ke pendidikan dasar, dan pemerintah Kota Medan sudah bertekad jangan adalah lagi waraga Kota Medan yang tidak bersekolah.

Menurutnya,  pemerintah Kota Medan juga terus meningkatkan kualitas para guru TK, sekarang ini pendidikan TK masih di kelompokkan pendidikan non formal, sementara SD keatas adalah pendidikan formal, sedangkan pendidikan privat di rumah adalah pendidikan informal, sebenarnya TK yang diselenggarakan di Kota Medan sama dengan pendidikan dasar yang dilakukan, ada guru, ada Kepala Sekolahnya, ada ruang belajar dan ada kurikulumnya, sebetulnya pendidiakn TK ini seharusnya masuk kepada pendidikan kelompok formal.

“Menurut saya pribadi pendidikan TK ini sudah masuk kelompok pendidikan formal, karena ada gurunya, ada ruang kelas, ada Kepala Sekolah, ada kurukulum yang diajarkan secara sistematis, “ ungkapnya.

Ketua IGTKI-PGRI Kota Medan Dra Rahmah Bahtar mengatakan, pada usia yang ke 62 ini moment yang sangat tepat saat ini adalah melakukan evaluasi, intropeksi dan mawas diri, dan IGTKI-PGRI selama ini sudah melakukan perjalanan panjangnya banyak hal yang dilalui, semua itu menjadi pengalaman,  menjadikan IGTKI-PGRI lebih dewasa dan lebih  maju lagi.

Menurutnya, kita maklumi masih banyak kekurangan dan cita-cita anak yang belum terwujud sampai saat ini, masih banayk anak-anak yang belum tersentuh pendidikan baik formal maupun informal, dan pemerintah Kota Medan terus berupaya meningkatkan pendidikan dan peduli akan pendidikan, untuk itu masih banyak masukan dari orang tua murid untuk mewujudkannya.(rom)

Perihal barometersumut
Suka Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: