Walikota Medan Tinjau Penemuan Candi Misterius di Kota Cina

barometersumut/Medan-Walikota Medan Drs Rahudman Harahap MM didampingi Lurah Paya Pasir SB.Nasution dan rombongan setelah meninjau gudang penimbunan bawang di jalan M.Baasyir Gang Subur Lingkungan 32 Marelan juga menyempatkan meninjau langsung lokasi pengalian penemuan struktur bangunan tumpukan batu bata atau candi yang masih misterius di kawasan Kota Cina Lingkungan 7 Kelurahan Paya Pasir, Rabu sore (20/03/2013).

Dalam kesempatan itu, Walikota berjanji akan menjadikan kawasan kota cina sebagai aset parawisata serta penelitian sejarah kota Medan.Hingga kini lokasi tersebut masih diteliti serta digali oleh arkeolog prancis Daniel Ferret dan Edi Suratman dari pusat peneliti arkeolog nasional bekerjasama dengan para Mahasiswa Unimed dikordinir Ichwan Azhari selau kepala pusat penelitian ilmu sejarah dan sosial Unimed.

Menurut Arkeolog Daniel Ferret dan Edi, penemuan struktur bangunan berupa candi tersebut ditemukan setelah mereka melakukan pengalian sedalam 1,5 hingga 2 meter di lahan belakang rumah pak Ruslan selama 15 hari, di lokasi tersebut selain menemukan struktur susunan batu bata kuno, mereka juga menemukan sejumlah fosil tulang belulang yakni rahang buaya, tulang ikan hiu dan tulang pinggul manusia.

“Dibutuhkan waktu 4 sampai 5 tahun lagi untuk memastikan kawasan sejarah kota Cina ini atau sekurang-kurangnya harus menggali 50 hingga 60 lokasi dengan luas 20 sampai 25 hektar, saat ini kami baru melakukan penggalian dan penelitian sebanyak 10 lokasi saja sehingga belum bisa menyimpulkan sejumlah barang-barang penemuan tersebut,”kata Daniel saat diwawancarai di lokasi penggalian yang disewa mereka Rp 120 ribu/harinya tersebut.(rom)

Wali Kota Medan Pastikan Harga Bawang Stabil Kembali

barometersumut/Medan-Ada kabar gembira bagi warga Kota Medan, terutama para kaum ibu yang selama ini mengeluhkan tingginya  harga bawang merah maupun barang putih di pasaran. Harga kedua bumbu masak itu sempat melejit sehingga menembus kisaran Rp.50.000 perkilogram  untuk bawang merah dan Rp.40.000 perkilogram untuk bawang putih.  Terhitung mulai hari ini harganya  dipastikan stabil kembali menyentuh Rp.15.000 sampai Rp.20.000 perkilogram.  Sebab, 500 ton bawang merah dan bawah putih asal Cina akan didistribusikan ke seluruh pasar di ibukota provinsi Sumatera Utara ini.

Kepastian ini diperoleh setelah Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis MMK bersama Kapolresta Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto, Kajari Belawan Ranu Subroto SH serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan meninjau gudang milik PT Sumber Alam Rejeki (SAR) selaku pemasok bawang untuk kebutuhan industry di Jalan M Basyir Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Rabu (20/3).

“Peninjauan ini dilakukan untuk melihat persedian bawang, sebab saya tidak mau bawang dibilang langka di Kota Medan. Hasil peninjauan yang kita lakukan ternyata bawang tidak langka. Asing selaku importir legal yang diakui pemerintah telah bersedia mengisi kebutuhan masyarakat akan bawang di pasar-pasar,” kata Wali Kota.

Dari diskusi singkat yang dilakukan Wali Kota dengan Asing disaksikan Kapolresta Pelabuhan Belawan dan Kajari Belawan, pria berdarah Tionghoa itu telah menjamin  harga bawang di Medan akan stabil kembali. Pendistribusian bawang akan dilakukan hari itu juga sehingga dalam waktu satu sampai dua hari ini, harga bawang kembali normal  di  kisaran Rp.15.000 sampai Rp.20.000 perkilogram. “Saya tadi telah berbicara dengan Asing agar semua kebutuhan bawang bagi warga Kota Medan dipenuhi. Saya minta mulai hari ini sampai besok, pendistribusian bawang harus tuntas.

Menurut Wali Kota, kelangkaaan bawang di Kota Medan terjadi akibat berkurangnya impor masuk. Selama ini bawang impor yang masuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan produsen atau industry. Namun berkat kejasama yang telah dilakukan tadi, maka Asing telah bersedia memenuhi kebutuhan bawang di Kota Medan.

Setelah itu, lanjut Wali Kota, pihaknya akan melakukan operasi pasar untuk mengecek apakah harga bawang merah maupun bawang putih telah stabil di pasaran. “Jika dalam pengecekan yang dilakukan harga bawang tetap mahal dan memberatkan masyarakat, maka saya akan menjumpai Asing kembali!”tegasnya.

Disinggung mengenai bawang sitaan sebanyak 9 ton yang masih tertahan di gudang penyimpanan barang sitaan milik Bea dan Cukai Wilayah 1 Sumatera Utara di kawasan Belawan  yang semula hendak dibeli dan akan didistribusikan untuk mengatasi kelangkaan bawang, Wali Kota membatalkannya. Sebab, kondisi bawang saat ini sudah mulai membusuk sehingga tidak layak konsumsi bagi masyarakat.

Padahal Wali Kota selama dua hari telah berupaya untuk mengeluarkan 9 ton bawang guna memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk kemarin siang. Meski  orang nomor satu di Pemko Medan ini telah berupaya semaksimal mungkin namun prosesnya cukup rumit. Ditambah lagi kondisi bawang mulai membusuk sehingga Wali Kota urung  untuk membeli bawang tersebut.

Sementara itu Asing selaku penanggung jawab PT ASR untuk mendistribusikan bawang ke seluruh daerah mengaku, pihaknya saat ini memiliki 25 kontainer berisi bawang putih dan bawang merah dari Cina. Setiap kontainer berisi 20 ton bawang sehinggal keseluruhan total bawang yang dimiliki mencapai 500 ton.

Asing mengungkapkan, keseluruhan bawang itu hasil impor dari Cina. Sebab,  ketersediaan bawang di tanah air saat ini sangat langka. Sumatera Barat yang selama ini menjadi sentra bawang putting stoknya sangat sedikit dan terbatas. Sebaliknya Brebes, Jawa tengah sebagai pemasok bawang merah di Indonesia mengalami gagal panen sehingga harganya sangat tinggi.  “Sebagai solusinya, kita mengimpor bawang dari Cina,” jelas Asing.

Ditegaskan Asing, persedian bawang merah maupun bawang putih dari Cina tidak akan habis. Jika pemerintah mengizinkan impor bawang ditambah lagi, Asing menjamin Kota Medan tidak akan kekurangan bawang. Harganya pun tetap terjangkau yang berkisar antara Rp.15.000 sampai Rp.20.000 perkilogram.

Dalam kesempatan itu Asing menjelaskan, bawang di Indonesia sulit berkembang. Sebab, tanaman itu baru dapat hidup dengan baik jika ditamam 1.000 meter dari permukaan laut  dan memiliki 4 musim. Sedangkan Indonesia  hanya memiliki 2 musim, kondisi itulah yang menyebabkan tanaman bawang sulit berkembang.(rom)

Wali Kota Ingin Situs Kota Cina Jadi Cagar Budaya Sekaligus Objek Wisata

barometersumut/Medan-Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM akan menjadikan Situs Kota Cina di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan menjadi kawasan cagar budaya untuk dilestarikan menjadi objek wisata. Selain  itu kawasan tersebut  akan dibuat tata ruangnya agar bisa dibebaskan sehingga masyarakat yang ada saat ini akan ditempatkan di tempat lain. Dengan demikian kawasan itu benar-benar menjadi objek wisata yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi.

Pernyataan ini disampaikan Wali Kota ketika meninjau kawasan Situs Kota Cina, Rabu (20/3).  Orang nomor satu di Pemko Medan ini menyaksikan langsung sejumlah arkeolog tengah melakukan penelitian dan penggalian menyusul ditemukannya bangunan yang ditengarai sebagai tempat suci masyarakat kala itu.

“Penetapan kawasan ini menjadi cagar budaya sudah kita mulai. Pernah kita alokasikan anggaran untuk pembebasan tetapi harus ditetapkan dulu titik-titik mana yang harus dibebaskan. Penetapan titik-titik ini sedang dipelajari para arkelog. Karena itulah ketika ada rencana pengembangan rumah di kawasan ini tidak kita keluarkan izinnya. Kita ingin menjadikan tempat ini sebagai lokasi bersejarah bagi anak-anak kita pada masa yang akan datang,” kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota, kawasan ini sudah lama menjadi tempat penelitian pusat geologi dari Universitas Medan (Unimed) yang bekerjasama dengan arkeologi dari Prancis. Penelitian dilakukan menyusul ditemukannya benda-benda peninggalan sejarah dari kerajaan Cina yang berdiri sekitar abad 12.  Benda-benda yang ditemukan antara lain candi, arca, piring-piring, serpihan-serpihan uang masa itu serta emas. “Atas dasar temuan itulah,m makanya kawasan ini disebut sebagai Situs Kota Cina,” ungkapnya.

Selain melihat bangunan yang tengah diteliti dan digali persis di belakang rumah warga, Wali Kota yang datang bersama Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis MM, Kapolresta Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto serta beberapa pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan, juga diperlihatkan sejumlah benda-benda temuan lainnya yang telah dikemas dalam plastik.

etelah itu Wali Kota mengunjungi museum Situs Kota Cina yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi galian. Selain beberapa arca yang masih utuh dan hilang kepalanya, juga  dilihat pecahan-pecahan tembikar, piring-piring porselin dan bekas kapal kuno, kayu serta sejumlah fosil-fosil. Wali Kota terlihat  sangat kagum dan takjub atas temuan yang dipamerkan di museum tersebut.

Sementara itu menurut Ketua Museum  Situs Kota Cina sekaligus ketua tim dari Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (Pussis Unimed) Ichwan Azhari, kawasan itu pertama kali ditemukan Belanda pada tahun 1918 dan melihat ribuan keramik buatan Cina. Ketika ditemukan pertama kali, kawasan ini kosong atau tidak berpenghuni.

Karena melihat banyak sekali keramik dari Cina, Belanda menduga kawasan itu dulunya sebuah kota. Lantaran keramik yang ditemukan berasal dari Cina, maka disebut Kota Cina. Sampai saat ini nama asli kota itu belum diketahui apa. Lalu tahun 70-an, seorang arkeolog dari Inggris yakni Edward McKinnon melakukan penggalian pertama kali, tidak jauh dari kotak yang sedang digali dan diteliti tersebut.

Dari hasil penggalian ditemukan 3 candi Siwa yang diperkirakan dari abad 12. Setelah itu dari kawasan ini banyak sekali ditemukan arca namun hanya satu yang masih utuh sedangkan lainnya pada pecah. Kuat dugaan hal itu terjadi akibat kota itu dulu pernah diserang. Meski demikian sampai saat ini tak satu pun prasasti yang ditemukan dari kawasan tersebut.

“Akibatnya sampai sekarang tidak diketahui siapa raja yang memimpin kota tersebut kala itu, termasuk apa nama kerajaannya. Itu sebabnya ini penelitian yang sangat menantang. Apalagi dunia internasional telah memetakan kawasan ini sebagai salahs atu situs penting dunia, tapi kita sekarang berpacu dengan waktu karena tempat ini dihuni begitu banyak penduduk,” jelasnya.

Selanjutnya Ichwan menjelaskan, dibangunan baru yang sedang mereka teliti dan gali itu di bawahnya diyakini candi. Dari hasil penggalian yang telah dilakukan, mereka menemukan ada bagian stuktur bata yang diperkirakan bukan rumah penduduk biasa melainkan bangunan yang diperkirakan suci.

“Kemana arah dari bangunan itu belum diketahui, sementara penelitian yang dilakukan akan berakhir besok (hari ini). Tim dari Prancis, Pusat Arkeolog Nasional, Balai Arkeologi Medan dan Pussis dari Unimed mengakhiri penelitiannya dan kawasan itu ditutup. Karena itu kita berharap Balai Arkeologi Medan atau Pemko Medan melanjutkan penelitian tersebut,” harapnya.(rom)

Dispenda Medan Launching 4 Mobil Sosialisasi Pajak

barometersumut/Medan-Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan sosialisasi ke masyarakat, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Medan melaunching empat mobil yang akan berkeliling memberikan informasi tentang perpajakan kepada seluruh masyarakat. Dengan begitu diharapkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dapat dimaksimalkan.

“Kita berupaya meningkatkan pelayanan dan sosialisasi ke masyarakat agar sadar untuk membayar pajak, makanya kita melaunching empat mobil yang akan berkeliling memberikan informasi ke masyarakat dan mobil itu juga akan digunakan staf untuk melakukan penyuluhan pajak kepada masyarakat,” ujar Kepala Dinas Pendapatan Daerah Medan, M Husni, kepada wartawan.

Husni menyebutkan, dengan meluncurkan mobil pajak keliling ini maka secara perlahan-lahan pihaknya mengimbau masyarakat untuk membayar pajak. “Kita berupaya menyentuh emosional wajib pajak agar mereka dapat taat pajak. Kalau untuk mobil online pajak saat ini sedang kita siapkan, ada mobil L300 yang sedang kita rombak. Kalau empat mobil ini hanya untuk sosialisasi pajak,” jelas Husni.

Begitupun,  stan Dispenda yang berada di MTQN ke-46 kota Medan yakni di Lapangan Cadika, Medan Johor pihaknya menyiapkan pembayaran PBB online, bekerjasama dengan Bank Sumut. “Kalau yang di stan MTQN, kita memang menyediakan pembayaran PBB online, dan bagi masyarakat yang membayar pajak PBB langsung di lokasi akan kita berikan door prize dengan hadiah berupa handphone,” kata mantan Kabang Aset dan Perlengkapan Kota Medan ini.

Untuk target sendiri, Husni mengatakan peluncuran mobil sosialisasi pajak ini merupakan satu upaya untuk meningkatkan PAD sekaligus mengimbau masyarakat. “Kita berupaya berbuat maksimal, menggugah masyarakat. Kalau untuk PBB memang tahun ini kan ada peningkatkan target, makanya kita upayakan untuk memaksimalkan agar cepat membayar. Selama ini kan masyarakat ada perasaan belum membayar karena belum memasuki waktu jatuh tempo, makanya kita maksimalkan agar cepat membayar dengan mensosialisasikan pemahaman masyarakat tentang pajak,” terang Husni.

Husni mengatakan, untuk wajib pajak PBB di Medan terdapat sebanyak 500 ribu dan tahun lalu realisasi pajak sebesar 50 persen, sementara tahun ini target pajak PBB naik, makanya diharapkan dengan meluncurkan mobil ini wajib pajak dapat semakin sadar untuk membayar pajak.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap yang langsung meninjau peluncuran mobil sosialisasi pajak tersebut di Lapangan Cadika, Medan Johor mengatakan, peluncuran mobil ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Kadispenda. “Kita berharap mobil sosialisasi pajak ini dapat memotivasi bagi wajib pajak untuk membayar pajaknya. Dan tahun ini PAD dari sektor pajak harus meningkat. Jadi Kadispenda harus bekerja maksimal,” jelas Rahudman.(rom)

Walikota Medan Serahkan Laporan Keuangan

barometersumut/Medan-Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menyerahkan laporan keungan pemerintah Kota Medan tahun anggaran 2012 kepada Badan Pemeriksaan Kuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara, Rabu (20/3) di Kantror BPK RI perwakilan Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, dalam peneyerahan tersebut Walikota Medan didampingi, Sekda Ir Syaiful Bahri MM, Kepala Inspektorat Kota Medan Drs Farid Wajedi, Asisten Administrasi Umum Drs Ikhwan Habibi dan sejumlah pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Laporan keuangan Pemko Medan ini diterima langsung oleh Kepala BPK RI perwakilan Sumut Muktini SH didampingi Kapala Sub Auditorat Sumut III Aris Laksono SE, Kabag Hukum dan Humasy Mikael PH Togatorop SH, dan ketua tim senior Nety Sinaga.

Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM dalam kesempatan itu berharap agar laporan keuangan Pemko Medan ini dapat diterima dan dilakukan pemeriksaan, semoga nantinya hasil pemeriksaan tersebut lebih baik lagi dari hasil pemeriksaan laporan keuangan tahun yang lalu, dan laporan keuangan ini adalah semua laporan keuangan pemerintah Kota Medan tahun anggaran 2012  dari SKPD yang ada di Pemko Medan laporan ini disampaikan untuk segera di audit oleh BPK

“ Semoga laporan ini mejadi bahan pemeriksaan oleh BPK RI perwaklan Sumut, dan kami sadar akan keterbatasan yang dilaksanakan, karena disana-sini masih ada kekurangan, dan berharap laporan keuangan ini lebih baik dari tahun yang lalu, “ ujar Rahudman.

Kepala BPK RI perwakilan Sumut Muktini SH dalam kesempatan itu mengatakan, hari ini kita telah menerina laporan keuangan Pemerintah Kota Medan tahun anggaran 2012 untuk dilakukan pemeriksaan, dan laporan ini akan segera ditindak lanjuti, semoga tim kami nantinya tidak kesulitan didalam pemeiksaan tersebut.

“ Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota Medan yang langsung mengantarkan laporan keuangannya, dan hari ini kami menerima untuk segera ditindak lanjuti, “ ujar Muktini.

Dikatakannya, didalam melakukan pemeriksaan  seluruh Kabupaten/ Kota  baik itu laporan keungan maupun pemeriksaan kinerja  agar pemerintah Kabupaten/Kota tidak dinedarkan mengeluarkan alokasi anngaran untuk ini, karena semua biaya dan anggaran tersebut menjadi tanggung jawab BPK RI, dalam hal ini dimintakan  kepada Walikota dan Bupati agar menyampaikannya kepada bawahannya.(rom)

Ahmad Basyaruddin Jadi Koperasi Pegawai Negeri Pemko Medan

barometesumut/Medan-Wali Kota Medan diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Ir Qamarul Fatah  membuka rapat Anggaran Tahunan Koperasi Pegawai Negeri (RAT KPN) Pemko Medan Tahun Buku 2012 di Auditorium RRI Nusantara I Jalan Gatot Subroto Medan. Selain mempertanggungjawabkan laporan keuangan kepada seluruh anggota, rapat ini juga memilih pengurus baru periode 2013-2015. Dalam pemilihan itu Kabag Adminstrasi dan Pembangunan Setda Kota Medan Drs Ahmad Basyaruddin MSI terpilih sebagai ketua.

Dalam sambutannya, Qamarul menjelaskan RAT KPN Pemko merupakan keharusan bagi pengurus koperasi untuk mempertanggungjawabkan kegiatan  yang dilaksanakan selama satu tahun sekaligus merupakan laporan pelaksanaan program kerja yang sudah digariskan pada RAT Tahun Buku 2012. Serta membahas langkah-langkah yang akan ditempuh pada Tahun Buku 2013.

Diungkapkan Qamarul, usaha simpan pijam merupakan primadona pendapatan KPN Pemko Medan dalam pemberian pinjaman kepada anggota. Untuk itu tentunya diperlukan ketelitian dan selektifitas guna menghindarkan terjadinya kemacetan  pembayaran cicilan pinjaman. Itu sebabnya peranan bendahara gaji pada setiap SKPD sangat besar. “Jadi bendaharawan gaji diharapkan benar-benar teliti dan selektif untuk meneruskan permohonan anggota kepada KPN Pemko Medan,” kata Qamarul

Atas dasar itulah Qamarul yang mewakili Wali Kota selaku pembina mengharapkan dan menghimbau agar semua PNS di jajaran pemko Medan yang menjadi anggota KPN Pemko Medan supaya benar-benar menyadari tentang hak dan kewajiban serta tanggungjawabnya sebagai anggota koperasi. Dengan harapaan KPN Pemko Medan akan lebih baik di masa yang akan datang sehingga dapat mensejahterakan anggotanya, berkualitas, berprestasi dan mandiri.

Selanjutnya,  Qamarul mengingatkan bahwasannya RAT dalam organisasi koperasi adalah pemegang kekuasaan tertinggi. Karena itulah kepada seluruh peserta rapat diharapkan dapat memberikan kritikan, saran dan masukan yang bersifat membangun agar PN Pemko Medan dapat meningkat dan berkembang lebih baik.

Kemudian kepada seluruh jajaran pengurus, Qamarul  berpesan untuk harus bersikap profesiona, pekerja keras, cerdas, jujur dan memiliki smenagat kerjasama yang baik dan kreati agar dapat menyelesaikan permasalahan koperasi dengan baik dan penuh tanggung jawab. Di samping itu  KPN harus dibina  dengan struktur organisasi dan tata kerja yang baik sehingga seluruh anggota merasa memiliki dan bermanfaat baginya.

Usai acara pembukaan dilanjutkan dengan pertanggungjawaban Tahun Buku 2012 yang disampaikan oleh Ketua II KPN Pemko Medan Ali Usman. Setelah seluruh anggota menerima lapaoran pertanggungjawaban, acara diteruskan dengan pemilihan pengurus baru karena kepengurusan lama periode 2010-2012 telah berakhir. Pemilihan pengurus dipimpin langsung Komisaris Umum KPN  yang dijabat Qamarul selaku Asisten Ekbang.

Untuk kelancaran proses pemilihan, dibentuk tim formatur yang berjumlah 6 orang terdiri dari 3 orang pengurus lama ditambah 3 lagi dari anggota yang dipilih melaluji suara terbanyak. Setelah itu tim formatur yang terpilih menentukan siapa  menjadi ketua, sekretaris dan bendahara. Melalui rapat kecil, tim formatur akhir sepakat menetapkan Drs Ahmad Basyaruddin sebagai Ketua KPN Pemko Medan perise 2013-2015. Sedangkan sekretaris dan bendahara terpilih Indra Gunawan (Sekretaris Dinas Kebersihan) dan Riswan Hasibuan (Sekretaris BKD Kota Medan).

Ahmad Basyaruddin selaku ketua yang baru berjanji akan menampung dan menyahuti seluruh aspirasi anggota guna perbaikan dan kemajuan KPN Pemko Medan selanjutnya. “Untuk itu saya minta dukungan penuh seluruh anggota KPN Pemko Medan. Saya berjanji untuk memberikan yang terbaik sehingga KPN Pemko Medan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya,” ungkap Basyaruddin.(rom)

Walikota Jadi Warga Kehormatan Yonmarhanlan I Belawan

barometersumut/Medan-Walikota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, Kamis (21/3), dianugerahi  penghargaan sebagai warga kehormatan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan  (Yonmarhanlan) I Belawan.
Prosesi penganugerahan yang disaksikan Kapolresta Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto, Wadan Lantamal I Belawan Kolonel (Mar) Dedi Suhendra, Kajari Belawan Ranu Subroto SH, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Medan serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan itu dilakukan melalui suatu upacara singkat di halaman Yonmarhanlan I Belawan dipimpin Komandan Yonmarhanlan I Belawan, Mayor (Mar) Agung Setyawan, dengan memakaikan jaket dan topi marinir kepada Walikota dan disertai dengan tembakan ke udara oleh pasukan Marinir.

Walikota sendiri, mengucapkan terimakasih atas anugerah dan penghargaan yang diberikan menjadi bagian dari keluarga besar Yonmarhanlan I Belawan. “Saya sangat mengapresiasi sekali pemberian penghargaan sebagai warga kehormatan ini. Tentunya penghargaan ini akan menjadi apresiasi bagi saya dan semua untuk menghadapi segala bentuk tantangan maupun hambatan dalam upaya membangun serta mensejahterakan masyarakat, termasuk dalam menjaga kota yang kita cintai ini tetap aman dan kondusif,” kata Walikota.

Dijelaskan, pembangunan kota tidak mungkin dilaksanakan hanya oleh Pemko Medan tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dan peran aktif serta kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan, tidak terkecuali TNI, Polri maupun stakeholder lainnya. “Apalagi, fungsi TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban  selama ini telah berhasil menjadikan Kota Medan semakin kondusif,” sebutnya.

Terciptanya kondusifitas, sebut Walikota, akan mendapatkan reaksi positif dari para investor, sehingga meningkatkan minat mereka untuk berinvestasi. “Tentunya ini sangatlah baik bagi pertumbuhan ekonomi Kota Medan,” ujarnya.

Karenanya, Walikota, mengajak untuk terus membina kekompakan dan sinergitas baik antara Pemko Medan, TNI, Polri, stakeholder serta komponen masyarakat  lainnya guna mewujudkan Kota Medan yang lebih baik dari hari kemarin dan esok lebih cerah dari hari ini.

Walikota juga mengungkapkan, Kota Medan secara administrasi memiliki garis pantai lebih kurang 5,4 kilometer. Selain itu berbatasan langsung dengan Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur laut perdagangan yang sibuk dan ramai. “Karenanya, keamanan Selat Malaka sangat mempengaruhi seluruh kawasan, termasuk Kota Medan,” ujarnya.

Itu sebanya, lanjut Walikota, Yonmarhanlan I Belawan memiliki peranan yang sangat vital dalam pembangunan kota secara keseluruhan, terutama dalam membangun kawasan pesisir. Apalagi, masyarakat yang bermukim di kawasan pantai menjadi salah satu prioritas pembangunan saat ini.“Salah satu bentuk pembangunan yang telah dilakukan dengan merenovasi sejumlah rumah di kawasan pantai. Pembangunan ini akan terus kita lakukan. Tahun ini kita akan renovasi 500 rumah lagi. Selain itu kita akan berupaya meningkatkan perekonomian mereka,” terangnya.

Sementara Dan Yonmarhanlan I Belawan, Mayor (Mar) Agung Setyawan, mengatakan selama ini  Yonmarhanlan I Belawan  dengan Pemko Medan maupun dengan aparat TNI maupun Polri yang lain sudah saling bersinergi dan bekerjasama. Dengan kehadiran Walikota semakin menegaskan bahwa semua butuh kerjasama. Apalagi Kota Medan memiliki banyak kawasan pesisir, kebetulan keberadaan Yonmarhanlan I Belawan berada di kawasan pesisir.

“Jadi, pembangunan tidak hanya di wilayah kota saja tetapi juga di wilayah pesisir. Artinya, pembangunan wilayah pesisir menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu dengan kerjasama dan sinergitas yang dilakukan, maka pembangunan yang dilakukan akan lebih cepat,” kata Agung.
Terkait dengan penghargaan kepada Walikota, Agung, mengatakan itu sebagai bentuk penghormatan seluruh keluarga besar Yonmarhanlan I Belawan. “Kita tinggal dalam suatu daerah, kepala kita adalah Walikota. Sesuai dengan Undang-Undang TNI pun, salah satu tugas kita adalah membantu tugas pemerintah kota, sehingga dalam hal ini Bapak Walikota adalah bapak kami juga. Apalagi kunjungan yang  dilakukan Bapak Walikota ke batalyon kami merupakan kunjungan yang pertama kalinya. Jadi, saya dengan segenap seluruh prajurit memberikan penghormatan kepada beliau,” jelasnya.(rom)